Aturan Baru Pemilihan Yowana Bali Mulai Diterapkan, Manggala Kabupaten/Kota Segera Dipilih

Iklan Home Page

Mangupura, Baliwakenews.com

Pemilihan Manggala Pasikian Yowana Kabupaten/Kota se-Bali segera digelar. Persiapan menuju proses tersebut mulai dimatangkan Yowana Provinsi Bali melalui rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Gosana Lantai 3, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Sabtu (3/10/2026).

Rapat dihadiri para ketua Yowana kabupaten/kota serta ketua Yowana kecamatan se-Bali. Sejumlah persoalan teknis menjadi pembahasan, mulai dari surat keputusan (SK), mekanisme pemilihan, hingga berbagai kendala yang dihadapi masing-masing wilayah.

Ketua Yowana Provinsi Bali, Diana Putri, S.Ked., mengatakan rapat tersebut difokuskan untuk menyamakan pemahaman terkait mekanisme pemilihan pengurus Yowana di tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan.

“Agenda hari ini persiapan pemilihan Yowana kabupaten/kota. Teknis pemilihan, SK dan lainnya dibahas, termasuk kendala-kendala dari setiap kabupaten,” kata Diana.

Aturan Pemilihan Yowana Bali Berubah

Diana mengungkapkan terdapat perubahan aturan dalam proses pemilihan tahun ini. Jika sebelumnya mekanisme pemilihan mengacu pada peraturan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, kini pemilihan akan mengikuti ketentuan MDA di masing-masing kabupaten/kota.

Baca Juga:  Pimpinan Parpol Bersatu dalam Deklarasi Damai Pemilu 2024 di Buleleng

“Yang menjadi konsen kita adalah bagaimana tata cara pemilihan setiap ketua di kabupaten/kota dan kecamatan. Tahun ini ada peraturan baru. Kalau sebelumnya menggunakan peraturan MDA Provinsi Bali, sekarang menggunakan peraturan yang ada di MDA kabupaten masing-masing,” jelasnya.

Perubahan aturan tersebut membuat koordinasi antarpengurus menjadi penting agar pelaksanaan pemilihan di masing-masing daerah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Diana berharap para Manggala Yowana yang nantinya terpilih mampu menjalankan amanah kepemimpinan selama lima tahun sekaligus mendedikasikan diri terhadap adat, seni dan budaya Bali.

“Semoga ketua yang terpilih memimpin lima tahun ke depan adalah orang-orang yang benar-benar mau mendedikasikan diri terhadap adat, seni dan budaya di kabupaten masing-masing, terutama di Provinsi Bali,” ujarnya.

Yowana Bali Dorong Generasi Muda Aktif di Desa Adat

Selain mempersiapkan pemilihan kepengurusan baru, Yowana Provinsi Bali juga terus menjalankan program yang menyentuh langsung generasi muda di desa adat.

Salah satunya melalui program Yowana Meplesiran yang telah berjalan selama setahun. Program tersebut dilakukan dengan mengunjungi kabupaten dan kota di Bali sekaligus memberikan literasi kepada generasi muda mengenai berbagai aspek adat dan budaya Bali.

Baca Juga:  Bangkitkan Ekonomi Adat Bali di Era Kenormalan Baru LPD Kedonganan Fasilitasi Sinergi Antarusaha Krama Adat Berbasis Produk Lokal

Dalam kegiatan tersebut, Yowana juga menyampaikan literasi mengenai makna Catur Brata Penyepian serta mengunjungi sejumlah Sekaa Teruna Teruni (STT), termasuk kelompok yowana yang berada di wilayah yang jauh dari pusat perkotaan.

Program tersebut menjadi salah satu upaya Yowana Provinsi Bali mendekatkan organisasi dengan generasi muda di berbagai wilayah Bali.

MDA Bali Ingatkan Yowana Jangan Lupakan Generasi Sebelumnya

Sementara itu, Penyarikan Agung MDA Provinsi Bali, dr. Dewa Nyoman Rai Asmara Putra, SH., MH., menegaskan posisi strategis Yowana sebagai generasi penerus, baik dalam keluarga, desa adat maupun dalam kelembagaan MDA di Bali.

Menurutnya, kepemimpinan Yowana ke depan merupakan bagian dari proses estafet antargenerasi. Karena itu, pengurus baru diminta tetap menghargai kontribusi pengurus sebelumnya.

Baca Juga:  ITDC Sambut Penyelenggaraan “Porsche Sprint Challenge Round-2”

“Nanti seandainya adik-adik menjadi pengurus Yowana di kabupaten/kota dan kecamatan, agar tidak lupa dengan yang menjabat sebelumnya. Karena kita tidak lepas dari masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang,” kata Dewa Nyoman Rai.

Ia menekankan, orientasi terhadap masa depan tidak boleh membuat generasi muda mengabaikan pengalaman dan pengabdian generasi sebelumnya.

“Oleh karenanya kita selalu melihat, walaupun kita harus menatap masa depan, namun kita tidak boleh melupakan masa lalu,” tegasnya.

Dewa Nyoman Rai juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan rapat koordinasi sebagai bagian dari persiapan Paruman Madya dan pembentukan prajuru Yowana kabupaten/kota serta kecamatan.

Ia berharap seluruh rangkaian proses tersebut dapat berjalan lancar dan membawa manfaat bagi keberlangsungan organisasi Yowana di Bali.

“Saya berpesan agar pemargi Paruman Madya berjalan lancar dan rahayu,” ucapnya. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR