Tabanan, baliwakenews.com
Komitmen memperkuat peran Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat terus digaungkan oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya. Melalui roadshow pelaksanaan sosialisasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6 SPM), Peninjauan Persiapan Lomba Telajakan dan PSBS TP Posyandu, Bunda Rai kembali turun langsung menyapa kader, masyarakat, hingga meninjau berbagai inovasi yang dikembangkan di tingkat desa dan sekolah di Tabanan, Rabu (23/9).
Bunda Rai bersama Kepala Perangkat daerah terkait dan Pengurus Tim Pembina Posyandu Tabanan, serta Tim Pembina Posyandu Kecamatan melakukan rangkaian pembinaan dan sosialisasi Posyandu 6 SPM di Banjar Bajera Kelod, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, dilanjutkan peninjauan persiapan lomba telajakan di Desa Serampingan, Kecamatan Selemadeg, serta kunjungan peninjauan inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) yang dilaksanakan di SMK N 1 Tabanan.
Di Banjar Bajera Kelod, Bunda Rai meninjau langsung pelayanan Posyandu mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, linmas, hingga sosial, termasuk meninjau pemberian makanan tambahan kepada anak-anak setempat yang berupa olahan yang berbahan ikan lele, dan ada juga dari buah naga yang dijadikan olahan tanpa bahan pengawet. Di sana, Ia berinteraksi langsung dengan para kader dan masyarakat.
Bunda Rai juga mengingatkan pentingnya sosialisasi Posyandu 6 SPM secara berkelanjutan agar masyarakat memahami fungsi Posyandu yang kini menjadi wadah penyampaian berbagai kebutuhan dan permasalahan masyarakat. “Sosialisasi harus terus tiang lakukan. Manfaatkan acara apapun, bisa saat kegiatan PKK, atau arisan, pertemuan banjar maupun kegiatan lainnya. Yang terpenting adalah masyarakat mengetahui, bahwa melalui Posyandu, mereka dapat menyampaikan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan enam bidang pelayanan,” ujarnya di depan para kader Posyandu setempat yang hadir saat itu.
Bunda Rai juga menegaskan, setiap laporan yang disampaikan masyarakat harus mendapat tindak lanjut dan dikoordinasikan bersama perangkat daerah terkait, agar solusi dapat segera diberikan. “Semua permasalahan yang masuk harus dicatat dan dipantau melalui sistem yang ada, sehingga dapat dicarikan jalan keluarnya. Mulai dari kebutuhan alat bantu seperti kursi roda hingga kebutuhan pendidikan anak, semua harus mendapat perhatian dan penyelesaian,” ungkapnya.
Usai di Bajera Kelod, Bunda Rai dan jajaran melanjutkan aksi di Desa Serampingan. Di Serampingan, Bunda Rai meninjau telajakan sekaligus mengunjungi rumah percontohan milik warga sekitar. Saat itu, Bunda Rai mengapresiasi pemanfaatan pekarangan rumah yang ditata secara produktif dengan berbagai tanaman pangan, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga budidaya ikan lele dan ayam untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Melihat kreativitas pemanfaatan lahan tersebut, Bunda Rai memberikan apresiasi sekaligus masukan agar penataan tanaman semakin diperindah. Menurutnya, konsep pekarangan produktif dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memiliki nilai ekonomi. “Lengkap sekali tanaman di sini, mulai dari tanaman pangan, hingga TOGA. Bahkan ada inovasi ternak lele menggunakan galon bekas sebagai alternatif bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan luas. Apalagi air dari wadah lele dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Jadi semuanya bisa saling mendukung,” pujinya.
Bunda Rai juga mengapresiasi pemanfaatan pekarangan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi keluarga sekaligus penanganan sampah melalui teba modern dan lubang biopori yang sudah diterapkan dengan baik. “Ini merupakan percontohan yang sangat baik. Kebutuhan rumah tangga bisa dipenuhi dari pekarangan sendiri, bahkan ketika hasilnya berlebih dapat dimanfaatkan untuk menambah pendapatan keluarga. Namun yang paling utama adalah memenuhi kebutuhan keluarga terlebih dahulu,” Imbuhnya saat meninjau kebun cabai milik warga.
Kunjungan kemudian dilanjutkan di SMK N 1 Tabanan, guna melihat inovasi PSBS di sekolah tersebut. Bunda Rai meninjau pengelolaan sampah sekaligus berbagai hasil kreativitas siswa, dimana para siswa membuat kerajinan tangan dari bahan bekas atau koran bekas menjadi vas bunga, eco bokor berbahan kertas koran bekas, serta sofa ecobrick yang dibuat dari 19 botol plastik berisi cacahan sampah plastik dan dilapisi kain sofa.
Inovasi tersebut juga mendapat apresiasi positif dari Bunda Rai. Pihaknya juga mendorong agar kreativitas dalam pengelolaan sampah bisa terus dikembangkan. “Inovasi seperti ini menunjukkan, bahwa sampah dapat memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan baik. Saya berharap, sekolah terus memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi dan menunjukkan hasil terbaiknya, sehingga semangat pengelolaan sampah berbasis sumber dapat semakin berkembang di sekolah dan masyarakat,” pungkasnya.BWN-HT
































