Seminyak Perkuat Mitigasi Kebakaran, Warga dan Pelaku Usaha Didorong Bisa Gunakan APAR

Iklan Home Page

Mangupura, Baliwakenews.com – Kebakaran Chez Gado-gado Restaurant di Seminyak, Minggu (30/8), menjadi alarm bagi Desa Adat Seminyak untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di kawasan pariwisata.
Tak hanya mendorong warga dan pelaku usaha meningkatkan kewaspadaan, Desa Adat Seminyak juga menilai kemampuan melakukan penanganan awal kebakaran perlu diperkuat. Salah satunya melalui pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).

Bendesa Adat Seminyak, I Made Puspita, mengatakan kondisi cuaca panas yang disertai angin seperti saat ini membuat potensi kebakaran perlu mendapat perhatian serius.

“Semoga ke depannya kita semua bisa meningkatkan lagi kewaspadaan dan mungkin mengadakan pelatihan APAR untuk antisipasi, karena sangat riskan pada musim panas dan angin seperti sekarang,” ujarnya Selasa (1/9).

Baca Juga:  Perayaan HUT Ke-40 ST. Catur Abadi Sibang Gede Abiansemal  

Menurutnya, kemampuan menggunakan APAR penting dimiliki warga maupun pelaku usaha. Penanganan pada tahap awal diharapkan dapat mencegah api berkembang lebih besar sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Peristiwa kebakaran di Chez Gado-gado Restaurant sendiri tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan dan kerugian materiil, tetapi juga sempat memicu kepanikan di lingkungan sekitar.

Made Puspita menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi di salah satu usaha kuliner yang cukup dikenal dan telah lama beroperasi di kawasan Seminyak tersebut.

Baca Juga:  Mengerikan, Segerombolan Remaja Speeding Hantam Pengendara Lain di Jalan Bypass

“Restoran itu termasuk yang legendaris di Seminyak. Tamu-tamunya semua middle up,” ujar Made Puspita.

Ia menilai kejadian tersebut menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk kembali meningkatkan kewaspadaan, terlebih Seminyak merupakan kawasan pariwisata dengan aktivitas masyarakat dan wisatawan yang cukup tinggi.

Di tengah situasi tersebut, Desa Adat Seminyak juga menunjukkan peran sistem keamanan lokal dalam membantu penanganan di lapangan.

Sebanyak 37 personel penrepti atau petugas keamanan desa disebut turun membantu mengamankan kawasan sekitar lokasi kebakaran.
Made Puspita menjelaskan, penrepti bersama pihak kepolisian dan Linmas Kelurahan Seminyak ikut mengantisipasi arus lalu lintas selama proses pemadaman.

Baca Juga:  Pj. Sekda Pimpin Rapat TAPD Penguatan Perencanaan Anggaran Daerah Tahun 2025

Pengamanan diperlukan karena aktivitas masyarakat dan pengguna jalan di sekitar lokasi cukup padat. Selain membantu kelancaran proses pemadaman, pengamanan juga untuk mencegah terjadinya gangguan maupun risiko lain akibat kerumunan di sekitar lokasi.

“Kalau di Seminyak kami ada penrepti, keamanan desa. Kemarin all out semua karena ada musibah seperti itu, bersama pihak kepolisian dan Linmas Kelurahan Seminyak mengantisipasi arus lalu lintas,” pungkasnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR