Di Balik Keterbatasan, Ada Segudang Potensi! Siswa SLBN 1 Buleleng Curi Perhatian di BDE

Iklan Home Page

Singaraja, Baliwakenews.com

Jangan underestimate anak berkebutuhan khusus. Pesan itu terasa kuat dalam gelaran Buleleng Digital Expo (BDE) yang menjadi bagian dari Buleleng Festival 2026 di RTH RJ Bupati Buleleng, Sabtu (22/8/2026).

Di tengah geliat teknologi dan inovasi digital, stan SLB Negeri 1 Buleleng justru mencuri perhatian dengan menampilkan berbagai karya siswa, mulai dari produk sablon hingga kerajinan hasil keterampilan menjahit.

Lebih dari sekadar memamerkan produk, kehadiran siswa SLBN 1 Buleleng di ruang publik tersebut menjadi ajang pembuktian bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki potensi besar ketika diberikan kesempatan, pelatihan, dan ruang untuk berkembang.

Guru SLBN 1 Buleleng, Wayan Susiani, mengatakan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak hanya mengejar kemampuan akademik. Keterampilan hidup atau life skill menjadi salah satu fokus utama untuk membangun kemandirian siswa.

“Di SLB yang kami utamakan adalah kemandirian anak. Banyak life skill yang kami ajarkan, seperti sablon dan menjahit. Yang menjadi unggulan kami sekarang adalah sablon,” ujar Wayan Susiani.

Baca Juga:  Humas Sekretariat DPRD Buleleng Belajar Kehumasan ke Kominfos Bali dan DPRD Badung

Keterampilan sablon bahkan telah dikembangkan secara serius di SLBN 1 Buleleng. Sekolah tersebut telah memiliki peralatan sendiri dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan pengalaman praktik kepada siswa.

Tak hanya melatih peserta didik, SLBN 1 Buleleng juga menjadi salah satu tempat belajar bagi guru dari SLB lainnya dalam mengembangkan keterampilan sablon.

“Anak-anak dilatih untuk sablon dan kami juga sudah memiliki alatnya. Bahkan guru-guru dari SLB lain juga berlatih di sekolah kami, sehingga kami menjadi semacam center,” jelasnya.

Yang menarik, keterlibatan siswa di BDE tidak berhenti pada kegiatan menjaga stan dan memamerkan produk.

Mereka secara langsung dilatih berinteraksi dengan pengunjung, memperkenalkan karya, hingga belajar bagaimana menarik perhatian masyarakat terhadap produk yang dihasilkan.

Pengunjung juga mendapat kesempatan mengenal komunikasi menggunakan bahasa isyarat. Melalui aplikasi yang tersedia di stan, masyarakat dapat mengikuti tantangan bahasa isyarat sekaligus belajar berkomunikasi dengan teman-teman tunarungu.

Baca Juga:  Pj. Bupati Buleleng Sampaikan Penjelasan Atas Dua Ranperda Dalam Rapat Paripurna DPRD

“Tujuan kami supaya anak-anak bisa berbaur dengan masyarakat umum. Mereka bisa berkomunikasi, meskipun melalui bahasa isyarat, ekspresi maupun membaca gerak bibir,” ungkapnya.

Menurut Wayan, pengalaman berada di ruang publik memberikan dampak besar terhadap keberanian siswa. Mereka yang awalnya malu perlahan mulai terbiasa berhadapan dan berkomunikasi dengan masyarakat.

“Awalnya ada yang malu, tetapi lama-lama mereka enjoy. Karena setiap hari kami sudah melatih bagaimana mereka berinteraksi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa dan guru ditugaskan secara bergiliran menjaga stan. Siswa yang dilibatkan merupakan peserta didik dengan hambatan pendengaran yang telah mendapatkan pembelajaran bahasa isyarat dan komunikasi.

Wayan berharap kesempatan seperti BDE tidak berhenti pada satu kegiatan. Menurutnya, semakin banyak ruang publik yang membuka akses bagi penyandang disabilitas, semakin besar pula peluang mereka menunjukkan kemampuan.

Ia juga mendorong masyarakat, termasuk dunia usaha, memberikan kesempatan kerja kepada penyandang disabilitas yang telah memiliki keterampilan.

Baca Juga:  Para Seniman Badung Diberi Penghargaan Seni Kerti Budaya

“Jangan underestimate anak-anak berkebutuhan khusus. Di balik kekurangan mereka, banyak sekali kelebihan yang mereka miliki. Kalau kita mau melatih dan memberikan ruang, mereka bisa menunjukkan kemampuan,” tegasnya.

Kehadiran SLBN 1 Buleleng di Buleleng Digital Expo sekaligus memperlihatkan bahwa transformasi digital tidak semata-mata berbicara mengenai teknologi.

Di balik teknologi dan inovasi, terdapat kebutuhan yang jauh lebih mendasar, yakni memastikan setiap kelompok masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, berinteraksi, dan berkembang.

Melalui BDE, Pemerintah Kabupaten Buleleng menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi jembatan inklusi. Anak berkebutuhan khusus tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga diberi panggung untuk menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi bagian aktif dalam kemajuan Buleleng. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR