Singaraja, Baliwakenews.com
Sebanyak 200 tukik atau anak penyu dilepasliarkan ke laut di Pantai Banjar, Buleleng, Jumat (21/8/2026). Aksi konservasi ini menjadi bagian dari kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengusung tema “LESTARI” (Lestarikan Ekosistem, Selamatkan Tukik, Asri Republik Indonesia), kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni peringatan kemerdekaan. Pemkab Buleleng menjadikannya momentum untuk menggugah kesadaran masyarakat agar lebih serius menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem pesisir.
Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menegaskan, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam aksi nyata, termasuk menjaga lingkungan dan seluruh ekosistem yang ada di dalamnya.
“Mudah-mudahan dengan tema dan momentum 17 Agustus ini bisa meningkatkan dan menguatkan kesadaran kita terkait dengan pelestarian lingkungan alam semesta bersama seluruh isinya,” ujarnya.
Menurut Supriatna, kegiatan tersebut juga menjadi momentum membangkitkan semangat masyarakat setelah wilayah setempat sempat terdampak bencana banjir. Ia mengajak masyarakat tidak berhenti pada kegiatan bersih pantai, tetapi menjadikannya gerakan berkelanjutan.
“Hari ini kita mari bersama-sama untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya bisa menjaga ekosistem kita di Buleleng ini,” tegasnya.
Kegiatan ini diinisiasi kelompok pelestari lingkungan Sea Turtle Ranger Conservation Center (STRCC) Buleleng bersama Pemkab Buleleng dan berbagai unsur masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng, I Gede Putra Aryana mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap kawasan pesisir sekaligus keberlangsungan satwa laut.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan pantai, melestarikan ekosistem pesisir, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap keberlangsungan satwa, khususnya penyu dan tukik,” jelasnya.
Yang menarik, 200 tukik yang dilepas bukan berasal dari penangkaran biasa. Telur-telur tersebut ditemukan oleh nelayan di sepanjang pesisir Buleleng, kemudian diserahkan kepada STRCC untuk mendapatkan penanganan hingga menetas.
“Hari ini kita melepas kurang lebih 200 tukik yang berasal dari telur penyu yang ditemukan oleh nelayan di pesisir Buleleng,” ungkap Putra Aryana.
Setelah menetas dan dinilai siap, tukik-tukik tersebut kemudian dikembalikan ke habitat alaminya untuk memulai siklus kehidupan di laut.
Pelepasan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberadaan penyu di perairan Buleleng sangat bergantung pada kondisi ekosistem pesisir. Sampah, kerusakan habitat, hingga aktivitas manusia yang tidak terkendali dapat mengancam keberlangsungan satwa yang dilindungi tersebut.
Pemkab Buleleng berharap aksi bersih pantai dan konservasi penyu tidak berhenti di Pantai Banjar. Kegiatan serupa didorong untuk terus dilakukan di berbagai kawasan pesisir dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
Dengan begitu, peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya ditandai dengan upacara dan berbagai kegiatan hiburan, tetapi juga dengan aksi nyata menjaga alam—agar pesisir tetap bersih, habitat tetap lestari, dan penyu tetap memiliki ruang untuk kembali ke laut. BWN-03

































