GWK Kembangkan Ruang Wellness, Dari Pilates hingga Sunset Yoga

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com


Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park tak lagi hanya menawarkan pengalaman menikmati kemegahan patung Garuda Wisnu Kencana dan kekayaan budaya Bali. Ruang terbuka di kawasan tersebut mulai dikembangkan menjadi tempat berbagai aktivitas wellness, olahraga, meditasi hingga pengembangan diri.


Tren tersebut terlihat dari semakin beragamnya kegiatan yang digelar di kawasan GWK. Salah satunya Morning Mat Pilates bersama SAIA Pilates yang berlangsung di Plaza Wisnu. Aktivitas olahraga pada pagi hari itu memanfaatkan suasana kawasan yang masih tenang, udara segar serta panorama GWK sebagai bagian dari pengalaman peserta.


Berbeda dengan sesi pilates yang umumnya dilakukan di dalam ruangan, para peserta Morning Mat Pilates dapat melakukan gerakan kebugaran di ruang terbuka dengan latar kawasan GWK. Suasana tersebut memberikan pengalaman yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga menghadirkan ruang untuk relaksasi dan menenangkan pikiran.


Pemanfaatan GWK untuk kegiatan wellness sebenarnya telah berkembang sejak 2025. Sejumlah brand dan komunitas, seperti Earth Love Life, A Plus dan SAIA Pilates, tercatat menggelar berbagai aktivitas di kawasan tersebut. Kegiatannya pun tidak sebatas olahraga. Mulai dari Morning Mat Pilates hingga sesi meditasi digelar dengan memanfaatkan karakter kawasan GWK sebagai bagian dari pengalaman peserta.


Pengembangan tersebut sejalan dengan tren wellness yang semakin berkembang. Yoga, pilates, meditasi hingga berbagai aktivitas mindful kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang tidak hanya ingin menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga mencari ketenangan dan keseimbangan mental.

Baca Juga:  Diskominfo Kabupaten Badung Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan & Kuningan


Konsep outdoor memberikan nilai tambah. Peserta dapat melakukan aktivitas fisik sembari menikmati udara terbuka dan suasana lingkungan yang berbeda dari ruang olahraga konvensional. GWK bahkan menyiapkan kembali kegiatan wellness pada September mendatang melalui “The Sacred Sunset”, sebuah sesi Sunset Yoga yang diinisiasi Micro Mindfulness.


Sesuai konsepnya, peserta akan mengikuti yoga menjelang matahari terbenam dengan kawasan GWK sebagai latar. Perpaduan aktivitas fisik, suasana alam dan panorama kawasan diharapkan menciptakan pengalaman wellness yang lebih personal. Bagi GWK, berkembangnya aktivitas semacam ini sekaligus memperlihatkan bahwa kawasan tersebut memiliki fungsi yang lebih luas. Selain menjadi destinasi budaya dan lokasi berbagai acara berskala besar, ruang terbuka GWK dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, kesehatan, edukasi, seni, budaya hingga aktivitas kreatif masyarakat.


Kehadiran berbagai komunitas dan brand wellness juga membuka peluang bagi GWK untuk memperluas segmen pengunjung. Pengalaman yang ditawarkan tidak lagi semata-mata melihat objek wisata, tetapi juga mengikuti aktivitas yang memungkinkan pengunjung berinteraksi lebih dekat dengan kawasan.


Operation Director GWK Cultural Park, Ch Rossie Andriani, mengatakan wisatawan domestik masih mendominasi jumlah kunjungan ke GWK. Namun, pada periode libur sekolah akhir Juni hingga Juli, jumlah wisatawan mancanegara mengalami peningkatan cukup signifikan.
Wisatawan asal Australia berada di posisi teratas, disusul India, Korea Selatan dan China. “Masih tetap didominasi wisatawan domestik. Tetapi akhir Juni dan Juli wisatawan asing juga meningkat. Yang paling banyak dari Australia, kemudian India, Korea, dan China,” ujarnya.

Baca Juga:  Sambut Hari Kemerdekaan, Badung melaksanakan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih


Rossie mengatakan, rata-rata kunjungan harian GWK sepanjang semester pertama hingga akhir Juli 2026 berada di kisaran 3.000 wisatawan per hari. Angka tersebut meningkat selama periode libur sekolah menjadi sekitar 3.500 hingga 4.000 pengunjung per hari.
“Kalau semester pertama sampai bulan Juli, rata-rata kunjungan harian sekitar 3.000 orang. Khusus akhir Juni dan Juli sempat naik menjadi sekitar 3.500 sampai 4.000 orang per hari,” katanya.


Memasuki Agustus yang merupakan periode musim sepi wisatawan di Bali, pengelola tetap optimistis dapat menjaga angka kunjungan. Salah satu strateginya adalah mengoptimalkan berbagai kegiatan di kawasan GWK. Selain kunjungan reguler, GWK mengandalkan berbagai kegiatan seperti konser, acara perusahaan, lunch, dinner hingga gala dinner.


Di sisi lain, pengelola juga memperluas pasar wisata edukasi melalui program literasi budaya bagi sekolah negeri di Bali. Program gratis bagi siswa SD negeri tersebut mendapat respons tinggi. Bahkan, kuota kunjungan hingga Oktober 2026 telah penuh. Mulai Agustus, GWK juga memberlakukan tarif khusus Rp50.000 bagi siswa sekolah negeri dari jenjang TK hingga SMA. Program tersebut diharapkan mampu mendorong semakin banyak pelajar dari seluruh kabupaten/kota di Bali berkunjung ke GWK.

Baca Juga:  Venue Porprov Bali 2025 di Tabanan Baru 60 Persen


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pengelola memperluas basis pengunjung sekaligus memperkenalkan GWK sebagai ruang belajar budaya bagi generasi muda. Meski demikian, Rossie mengakui jumlah kunjungan selama semester pertama 2026 masih mengalami penurunan sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang dinilai memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian adalah kenaikan harga tiket perjalanan.


“Kami ingin lebih banyak masyarakat Bali, khususnya anak-anak sekolah, bisa datang ke GWK. Harapannya sekolah-sekolah dari seluruh Bali juga bisa memanfaatkan program ini,” tandasnya.


Di tengah tantangan kunjungan tersebut, diversifikasi aktivitas menjadi salah satu peluang yang terus dikembangkan GWK. Wellness, edukasi, seni, budaya maupun berbagai kegiatan komunitas dapat menjadi pengalaman tambahan yang membuat kawasan tidak hanya dikunjungi untuk melihat patung Garuda Wisnu Kencana.


GWK perlahan membangun wajah baru sebagai ruang publik berbasis pengalaman tempat wisatawan dan masyarakat bukan hanya datang melihat, tetapi juga berolahraga, belajar, berkegiatan, bermeditasi dan menikmati suasana kawasan. Dari Morning Mat Pilates hingga Sunset Yoga, ruang terbuka GWK mulai menemukan peran baru sebagai bagian dari gaya hidup sehat di Bali. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR