Denpasar, Baliwakenews.com
Pergelaran puisi-musik “Sura-Atma” sukses memukau penonton pada Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Dipentaskan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (17/7/2026), karya garapan Dermaga Seni Buleleng ini menghadirkan pengalaman artistik yang mengajak penonton merenungi makna kehidupan, karma, dan perjalanan jiwa setelah kematian.
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, hadir langsung menyaksikan pertunjukan yang menjadi salah satu sajian paling menyita perhatian pada hari ketujuh penyelenggaraan FSBJ VIII.
Mengusung perpaduan puisi, musik, dan tata visual yang kuat, “Sura-Atma” membawa penonton mengikuti perjalanan Atma, jiwa yang telah meninggalkan kehidupan dunia. Dalam keheningan Alam Surya, Atma terbangun tanpa ingatan dan hanya dipandu cahaya misterius menuju Sang Suratma, sosok penjaga batas sekaligus pencatat takdir manusia.
Di hadapan Sang Suratma, terbuka Catatan Atma yang merekam seluruh perjalanan hidup manusia. Setiap niat, ucapan, dan perbuatan ditampilkan kembali tanpa bisa disangkal, menjadi cermin atas seluruh pilihan yang pernah dilakukan selama hidup.
Visual pertunjukan semakin dramatis ketika setiap lembar catatan memengaruhi dunia roh di sekitarnya. Kebaikan divisualisasikan sebagai jembatan emas yang membawa ketenangan, sedangkan dosa menghadirkan badai api dan makhluk-makhluk astral sebagai simbol konsekuensi hukum karma.
Tak sekadar menjadi pertunjukan seni, “Sura-Atma” menghadirkan ruang kontemplasi bagi penonton untuk merenungkan nilai-nilai moral, spiritualitas, dan tanggung jawab manusia terhadap setiap tindakan yang dilakukan selama hidup.
Memasuki hari ketujuh, Festival Seni Bali Jani VIII terus menampilkan karya-karya seni modern, kontemporer, dan inovatif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat gagasan filosofis serta memperkaya ruang ekspresi seni di Bali. BWN-03
































