Keyakinan Konsumen Bali Masih Lebih Tinggi dari Nasional, BI Ungkap Ancaman dari Timur Tengah hingga Harga Pangan

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian global, optimisme masyarakat Bali terhadap kondisi ekonomi masih bertahan. Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali pada Mei 2026 berada di level 121,9, jauh di atas ambang optimistis (100) dan masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang tercatat 120,9.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani dalam keterangannya mengatakan angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan April 2026 yang mencapai 124,09. Perlambatan ini menjadi sinyal bahwa masyarakat mulai mewaspadai berbagai tekanan ekonomi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca Juga:  Kapolres Buleleng Terima Penghargaan Peringkat I Outstanding, Satuan Kerja Terbaik Mitra KPPN Singaraja

Bank Indonesia mencatat optimisme masyarakat masih ditopang oleh kelompok berpenghasilan Rp6–7 juta, Rp5–6 juta, Rp2–3 juta, dan Rp3–4 juta per bulan yang menunjukkan peningkatan keyakinan.

“Tingkat optimisme juga tetap tinggi di kalangan pekerja sektor informal maupun formal, ” ujarnya.

Di sisi lain, penurunan IKK dipicu melemahnya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini. Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) turun menjadi 117,5 akibat melemahnya persepsi terhadap konsumsi barang tahan lama, pendapatan, serta ketersediaan lapangan kerja dibandingkan enam bulan sebelumnya.

Baca Juga:  PKB XLIV : Pesta Kesenian Bali jadi Wadah Bangkitnya Komposer Muda

Tak hanya itu, ekspektasi masyarakat terhadap enam bulan mendatang juga sedikit menurun. Penurunan terutama terjadi pada perkiraan pendapatan dan aktivitas usaha, meski harapan terhadap peluang kerja masih meningkat.

BI mengungkapkan, melemahnya keyakinan konsumen dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari meningkatnya kekhawatiran terhadap kenaikan harga pangan dunia hingga melambatnya kunjungan wisatawan akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Pada saat yang sama, inflasi Bali pada Mei 2026 mencapai 0,42 persen (month-to-month), terutama dipicu kenaikan harga beras, cabai rawit, dan cabai merah, ” ungkapnya.

Baca Juga:  11.753 Nakes di Denpasar Telah Divaksin Covid-19

Untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi melalui operasi pasar, pengawasan harga komoditas strategis, serta penguatan distribusi pangan. BI juga mempertahankan kebijakan suku bunga dengan BI-Rate sebesar 5,50 persen, Deposit Facility 4,50 persen, dan Lending Facility 6,25 persen guna menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR