Mangupura baliwakenews.com
Pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) trase Kulat–Uluwatu yang mulai dikerjakan tidak hanya membuka harapan baru bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Badung Selatan. Di balik proyek strategis tersebut, muncul perhatian terhadap kesiapan infrastruktur dasar, terutama pasokan air bersih yang diperkirakan akan semakin dibutuhkan seiring berkembangnya kawasan baru.
Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung mengingatkan pentingnya menyiapkan ruang utilitas di sepanjang koridor JLS agar jaringan pipa air bersih dapat dibangun pada masa mendatang tanpa harus membongkar jalan yang sudah selesai diaspal.
Pantauan di lokasi pada Kamis (25/6/2026), alat berat mulai melakukan pekerjaan perataan lahan sebagai tahap awal pembangunan jalur yang diproyeksikan menjadi penghubung penting kawasan selatan Badung dan membuka pusat-pusat pertumbuhan baru.
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Wayan Suyasa, mengakui pihaknya belum dapat ikut membangun jaringan distribusi air bersih bersamaan dengan proyek JLS karena keterbatasan anggaran pengembangan.
“Untuk JLS kami tidak punya dana pengembangan. Kalau punya dana tentu kami langsung ikut. Namun kami sudah berpesan agar menyisakan ruang sedikit untuk utilitas sehingga nanti bisa dipasang pipa dan tidak perlu membongkar jalan yang sudah diaspal,” ujarnya.
Menurut Suyasa, keberadaan JLS diyakini akan mempercepat pertumbuhan kawasan baru, baik untuk permukiman maupun investasi pariwisata. Konsekuensinya, kebutuhan air bersih diperkirakan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Karena itu, Perumda Tirta Mangutama mulai menyusun strategi jangka panjang melalui penyusunan business plan dan grand design pengembangan layanan hingga tahun 2045. Dokumen tersebut akan menjadi pedoman dalam menentukan arah investasi dan pembangunan infrastruktur air bersih di Kabupaten Badung.
“Ini memang menjadi kekhawatiran masyarakat, terutama hotel-hotel yang bergerak di bidang pariwisata. Karena itu kami sedang membuat business plan dan grand design sampai tahun 2045 agar langkah pengembangan ke depan lebih jelas dan terarah,” katanya.
Ia menjelaskan, perkembangan pariwisata yang terus bergerak ke wilayah selatan membuat isu ketersediaan air bersih semakin strategis. Tidak hanya masyarakat, pelaku industri perhotelan juga mulai menaruh perhatian besar terhadap jaminan pasokan air untuk mendukung operasional usaha mereka.
Meski Pemkab Badung telah membuka peluang bagi Perumda untuk mencari sumber pembiayaan alternatif melalui kerja sama maupun skema pinjaman, langkah tersebut masih harus diperhitungkan secara matang agar tidak membebani kondisi keuangan perusahaan.
Untuk saat ini, Perumda memilih fokus pada perencanaan dan kesiapan infrastruktur dasar terlebih dahulu. Pengembangan jaringan distribusi baru akan dilakukan sesuai kebutuhan riil dan pertumbuhan kawasan yang sudah menunjukkan permintaan layanan air bersih.
Selain mempersiapkan ekspansi jaringan, Perumda juga berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan eksisting. Jajaran teknis distribusi diminta lebih aktif turun ke lapangan agar berbagai keluhan masyarakat dapat ditangani lebih cepat dan tepat.
Bagi Perumda Tirta Mangutama, penyediaan ruang utilitas sejak tahap awal pembangunan JLS merupakan investasi jangka panjang yang penting. Langkah ini dinilai dapat menghemat biaya sekaligus menghindari gangguan lalu lintas akibat pembongkaran jalan ketika jaringan air bersih mulai dibutuhkan di masa depan.
Seiring pembangunan JLS yang diproyeksikan berlanjut hingga menghubungkan berbagai kawasan strategis di Badung Selatan, kebutuhan infrastruktur pendukung seperti air bersih diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan wilayah tersebut. BWN-04
































