Pandangan itu disampaikan Arnawa saat memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan PKB tingkat Kabupaten Tabanan yang digelar sebagai ajang pemanasan sebelum kontingen daerah tampil di PKB Provinsi Bali. Menurut dia, keberadaan panggung di tingkat kabupaten merupakan langkah positif yang perlu dipertahankan sekaligus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.
“Saya tentu saja mengapresiasi acara tersebut. Bisa dikatakan itu tes mental buat mereka (seniman),” kata Arnawa, Selasa, 9 Juni 2026.
Di mata Arnawa, panggung kabupaten tidak sekadar menjadi arena pertunjukan. Lebih dari itu, ajang tersebut berfungsi sebagai ruang pembelajaran bagi para seniman untuk mengukur kesiapan mereka sebelum tampil di hadapan publik yang lebih luas.
Saat berada di atas panggung, para seniman tidak hanya dituntut menampilkan kemampuan teknis. Mereka juga harus mampu mengendalikan rasa gugup, menjaga kekompakan, serta membangun kepercayaan diri. Karena itu, simulasi melalui PKB tingkat kabupaten dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.
Arnawa menilai terobosan pemerintah daerah menggelar festival budaya di tingkat lokal layak diapresiasi. Kehadiran panggung tersebut memberi kesempatan kepada para pembina untuk melakukan evaluasi lebih dini terhadap materi yang akan dibawa ke tingkat provinsi.
Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan PKB tidak terjebak menjadi kegiatan seremonial yang berlangsung dengan pola yang sama setiap tahun. Menurut dia, inovasi dan perluasan partisipasi harus terus dilakukan agar geliat seni budaya di Tabanan tetap hidup.
“Jadi kalau jadi agenda tahunan, maka tidak hanya harus monoton. Bisa ditambah seniman lainnya,” ujarnya.
Arnawa berharap semakin banyak talenta seni dari berbagai desa di Tabanan mendapat kesempatan tampil dan terlibat dalam kegiatan budaya tingkat kabupaten. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga regenerasi sekaligus membuka ruang bagi lahirnya seniman-seniman baru.
Menurut dia, kekuatan budaya Bali terletak pada keberlangsungan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, festival budaya harus mampu menjadi wadah yang mempertemukan seniman senior dengan generasi muda dalam satu proses pembelajaran yang berkelanjutan.
Sementara itu, persiapan kontingen Tabanan menuju PKB Provinsi Bali telah berlangsung sejak awal tahun. Sekitar 2.000 seniman menjalani latihan intensif sejak Januari 2026 dengan pendampingan akademisi dan budayawan senior.
Kabupaten Tabanan tahun ini menyiapkan 15 materi penampilan yang terdiri dari sembilan parade dan enam kategori lomba. Seluruh materi tersebut akan dipentaskan di Taman Budaya Art Centre Denpasar selama pelaksanaan PKB 2026 yang berlangsung mulai 13 Juni hingga 12 Juli mendatang.
Bagi Arnawa, keberhasilan PKB bukan hanya diukur dari prestasi yang diraih di tingkat provinsi. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana ajang tersebut mampu menjaga denyut kesenian daerah, melahirkan generasi baru, serta memastikan budaya Tabanan terus tumbuh dari tahun ke tahun. BWN-01
































