Denpasar, Baliwakenews.com
Daya beli masyarakat Bali masih menunjukkan tenaga pada April 2026. Momentum libur panjang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta ramainya festival daerah terbukti mendongkrak penjualan ritel di Pulau Dewata. Namun di balik optimisme itu, pelaku usaha mulai memberi sinyal kewaspadaan terhadap perlambatan konsumsi beberapa bulan ke depan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Bali, Achris Sarwani dalam siaran pers mengatakan berdasarkan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia Bali, Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali tercatat sebesar 125,6 atau tumbuh 6,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).
“Secara bulanan, penjualan eceran juga meningkat 1 persen dibanding bulan sebelumnya,” ungkapnya.
Kenaikan penjualan ditopang tingginya aktivitas masyarakat selama libur panjang dan berbagai agenda daerah, termasuk perayaan HUT di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Pameran dan kegiatan hiburan ikut memicu lonjakan konsumsi, terutama pada sektor barang budaya dan rekreasi.
Produk yang paling mengalami kenaikan penjualan antara lain suku cadang dan aksesori kendaraan yang tumbuh 3,9 persen, barang budaya dan rekreasi 3,3 persen, serta bahan bakar kendaraan bermotor sebesar 2,6 persen. Sementara sektor makanan, minuman, dan tembakau juga masih tumbuh 1,4 persen.
“Kami menilai belanja masyarakat tetap kuat karena dorongan kebutuhan rekreasi, gaya hidup, elektronik, hingga perlengkapan rumah tangga selama periode libur panjang,” ujarnya.
Meski demikian, optimisme pelaku usaha mulai mengalami koreksi. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Juni 2026 yang turun menjadi 170, lebih rendah dibanding Mei 2026 sebesar 174. Ekspektasi penjualan enam bulan mendatang juga ikut turun dari 194 menjadi 184.
“Penurunan ekspektasi ini menjadi sinyal bahwa pelaku usaha mulai berhitung terhadap potensi perlambatan konsumsi masyarakat di semester kedua tahun ini,” tandasnya.
Di sisi lain, inflasi Bali April 2026 tetap terkendali di level 2,08 persen dan masih berada dalam target nasional. Aktivitas perdagangan juga masih mendapat dukungan pertumbuhan kredit sektor perdagangan yang tumbuh positif 1,09 persen.
Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. BWN-03

































