Semarang, Baliwakenews.com
Pemerintah Provinsi Bali kembali mencatat prestasi nasional. Di tengah tekanan efisiensi anggaran dan tantangan politik daerah, Bali berhasil menempati peringkat kedua Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2025 tingkat nasional dengan skor tinggi 89,73.
Capaian itu diumumkan dalam agenda Kick Off Evaluasi Nasional Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2025 yang digelar di Horison Ultima Sentraland, Kamis (21/5/2026).
Berdasarkan hasil pengukuran nasional, Daerah Istimewa Yogyakarta berada di posisi pertama dengan nilai 89,79. Sementara Bali menempel sangat tipis di posisi kedua dengan skor 89,73, disusul Jawa Tengah pada peringkat ketiga dengan nilai 86,72.
Capaian ini mempertegas konsistensi Bali dalam menjaga kualitas demokrasi daerah yang dinilai inklusif, partisipatif, dan tetap stabil di tengah dinamika nasional.
Tak hanya mempertahankan posisi elite nasional, nilai demokrasi Bali juga mengalami peningkatan sebesar 0,39 poin dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan paling signifikan terjadi pada aspek kebebasan, terutama indikator pemenuhan hak-hak pekerja.
Penghargaan tersebut diterima Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali dan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Lodewijk F. Paulus.
Dalam sambutannya, Lodewijk menegaskan bahwa Indeks Demokrasi Indonesia bukan sekadar angka statistik, tetapi menjadi tolok ukur penting kualitas pembangunan nasional dan keberpihakan kebijakan pemerintah terhadap masyarakat.
“Demokrasi yang sehat lahir dari tata kelola yang responsif, inklusif, dan berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
Forum evaluasi nasional tersebut juga membahas rencana pengembangan pengukuran IDI hingga tingkat kabupaten/kota. Pemerintah pusat mendorong seluruh daerah menyusun rencana aksi demokrasi agar penguatan tata kelola politik lebih terukur dan berkelanjutan.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Bali dinilai berhasil membuktikan bahwa kualitas demokrasi tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh konsistensi kepemimpinan, stabilitas politik, dan kolaborasi antarlembaga.
Prestasi ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Bali bukan hanya unggul di sektor pariwisata, tetapi juga mulai diperhitungkan sebagai salah satu daerah dengan kualitas demokrasi terbaik di Indonesia. BWN-03


































