Bunda Rai Tekankan Peran Strategis Bunda PAUD Wujudkan Generasi Emas Tabanan

Iklan Home Page

Tabanan, baliwakenews.com

Komitmen memperkuat pendidikan anak usia dini terus digaungkan di Kabupaten Tabanan. Kamis (21/5), Bunda PAUD Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, membuka langsung kegiatan Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun yang dilaksanakan di Kantor Camat Marga. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan dan masyarakat dalam menyukseskan wajib belajar 1 tahun prasekolah sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri narasumber dari BPMP (Balai Penjaminan Mutu Pendidikan) Provinsi Bali, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Camat Marga beserta jajaran, Bunda PAUD Kecamatan Marga hingga Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Marga. Program ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029 yang menempatkan percepatan implementasi wajib belajar 13 tahun sebagai salah satu prioritas nasional.

Dalam arahannya, Bunda Rai menegaskan, bahwa program wajib belajar 13 tahun, termasuk di dalamnya wajib belajar 1 tahun prasekolah, merupakan langkah nyata dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas dan berkarakter sejak usia dini. Ia menilai masa prasekolah sebagai fase emas yang sangat menentukan pembentukan karakter anak sebelum memasuki pendidikan dasar.

Baca Juga:  Mohon Kerahayuan Jagat, Bupati Sanjaya Pimpin Rombongan Penganyar Pemkab Tabanan ke Alas Purwa

Dengan penuh semangat, sosok yang dikenal sebagai Srikandi Tabanan itu mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama memberikan perhatian serius terhadap pendidikan anak usia dini. Menurutnya, pendidikan prasekolah tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, kebiasaan baik dan kesiapan sosial anak melalui metode pembelajaran yang menyenangkan.

“Program wajib belajar 1 tahun prasekolah ini luar biasa bagi saya. Ini langkah nyata untuk mempersiapkan generasi emas sebelum masuk sekolah dasar. Usia dini adalah masa keemasan, sehingga anak-anak harus diberikan pendidikan yang mengarah pada pembentukan budi pekerti dan karakter dengan cara yang menyenangkan,” ujar Bunda Rai.

Ia juga menekankan pentingnya peran Bunda PAUD sebagai penggerak dan motivator di tengah masyarakat. Menurutnya, Bunda PAUD tidak hanya menjadi simbol, melainkan memiliki tanggung jawab besar dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah, satuan PAUD dan para orang tua agar semakin sadar akan pentingnya pendidikan prasekolah.

Baca Juga:  Laris Manis di Pasar Rakyat, Sangkar Emas Lapas Tabanan Curi Perhatian

“Tugas kita sebagai Bunda PAUD adalah mendorong dan memberikan semangat kepada para orang tua agar anak-anaknya mengikuti pendidikan prasekolah terlebih dahulu sebelum masuk SD. Di usia emas ini, anak-anak harus dibiasakan dengan kebiasaan baik untuk membentuk kemampuan sosial dan kesiapan belajar mereka,” imbuh Bunda Rai.

Ia juga mengajak seluruh Bunda PAUD dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Desa untuk bergerak bersama memperkuat kolaborasi demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, ceria dan berkarakter. Dikatakannya juga, keberadaan 133 Bunda PAUD Desa di Tabanan adalah kekuatan besar dalam menyukseskan program tersebut secara berjenjang.

Selain itu, Bunda Rai juga berharap agar para orang tua dapat menjadi contoh dalam mendukung pendidikan anak usia dini sebelum mengajak masyarakat lainnya melakukan hal yang sama. Menurutnya, kesadaran keluarga menjadi pondasi utama dalam keberhasilan program wajib belajar 1 tahun prasekolah.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Apresiasi Karya Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya Gabungan 2 Desa dan 5 Banjar Desa Adat Belayu

“Jangan sampai ada lagi anak yang langsung masuk SD tanpa mendapatkan layanan PAUD terlebih dahulu. Investasi terbaik bagi anak bangsa dimulai dari pendidikan sejak usia dini. Mari bergerak bersama, saling mendukung dan menjadi penguat bagi keluarga di lingkungan masing-masing agar semakin sadar pentingnya pendidikan anak prasekolah,” tegas Bunda Rai.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diisi dengan berbagai materi penguatan dari para narasumber, di antaranya disiplin positif dalam mewujudkan budaya sekolah aman dan nyaman, strategi implementasi wajib belajar 1 tahun prasekolah, penggunaan Portal Pijar Bunda PAUD, penguatan 7 KAIH hingga strategi rencana tindak lanjut penguatan wajib belajar 13 tahun.BWN-HT

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR