Mangupura, baliwakenews.com
Kawasan pesisir selatan Bali yang menjadi pusat aktivitas wisata dan ekonomi maritim diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi banjir rob akibat fenomena Super New Moon atau fase bulan perigee dan bulan baru yang terjadi pada 17 Mei 2026.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar telah mengeluarkan peringatan dini potensi pasang maksimum air laut di enam wilayah pesisir Bali untuk periode 15–22 Mei 2026.
Kepala BBMKG Wilayah III, Cahyo Nugroho menjelaskan, fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum di sejumlah kawasan pesisir selatan Bali yang juga dikenal sebagai jalur utama aktivitas wisata bahari.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir selatan Jembrana, pesisir selatan Kabupaten Tabanan, pesisir Kabupaten Badung, pesisir Kota Denpasar, pesisir Kabupaten Gianyar, hingga pesisir selatan Kabupaten Klungkung.
“Potensi banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah, yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir,” ujar Cahyo Nugroho.
BMKG menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian pelaku usaha wisata, masyarakat pesisir, nelayan, hingga pengelola pelabuhan mengingat potensi gangguan aktivitas akibat naiknya permukaan air laut.
Beberapa dampak yang dapat terjadi antara lain terganggunya aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir, hingga kegiatan tambak garam dan perikanan darat.
Selain itu, kawasan wisata pantai di pesisir selatan Bali juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan dan pasang air laut, terutama pada jam-jam tertentu saat puncak pasang terjadi.
Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir diimbau tetap siaga serta rutin memantau pembaruan informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi dampak pasang maksimum air laut. BWN-04


































