Tabanan, Baliwakenews.com
Di tengah semakin peliknya persoalan sampah di Kabupaten Tabanan dan Bali secara umum, Puri Anyar Kerambitan menawarkan konsep pengelolaan sampah berbasis sumber melalui sistem Tempat Olah Sampah di Sumber (TOSS) tanpa ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Sosialisasi konsep tersebut digelar Kamis (14/5/2026) dengan menghadirkan praktisi lingkungan sekaligus Direktur Utama PT Kharisma Bumi Lestari, Hermanto.
Dalam pemaparannya, Hermanto menegaskan konsep TOSS sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait pengelolaan sampah berbasis sumber sebagaimana diatur dalam regulasi daerah tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai dan pengolahan sampah mandiri.
Menurutnya, persoalan sampah di Bali tidak akan selesai hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat secara menyeluruh.
“Dengan TOSS, kami optimistis dalam dua hingga tiga tahun Bali bisa menuju zero waste. Tetapi itu tidak cukup tanpa perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya,” ujar Hermanto.
Ia menjelaskan, konsep TOSS dimulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, restoran, hotel hingga perkantoran. Sampah dipisahkan menjadi organik, nonorganik hingga limbah B3.
Hermanto menilai pemerintah daerah juga perlu hadir melalui penyediaan fasilitas penampungan khusus limbah B3 agar pengelolaan berjalan optimal.
“Pemilahan di sumber wajib dilakukan. Pengangkutan juga harus dalam kondisi terpilah. Di hilir, semua jenis sampah harus diolah tanpa ada lagi yang dikirim ke TPA,” tegasnya.
Berbeda dengan tempat pengolahan sampah konvensional, konsep TOSS disebut dirancang dekat dengan lingkungan masyarakat karena proses pengolahannya tidak menimbulkan bau, tidak kotor, serta tetap estetis.
“TOSS harus menjadi fasilitas sosial dan fasilitas umum di kawasan permukiman karena keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat,” imbuhnya.
Hermanto mengungkapkan, konsep serupa telah diuji melalui proyek percontohan di Kampung Iromajan, Kelurahan Kraton, Yogyakarta. Sementara di Bali, implementasi awal akan dimulai di Puri Anyar Kerambitan dengan dilengkapi recycle center untuk pengolahan sampah nonorganik seperti plastik, kertas, dan kaca.
Untuk sampah organik, pengolahan dilakukan menggunakan cairan Ecoboost guna menghilangkan bau dan mempercepat proses perubahan sampah menjadi media tanam hingga kompos.
Sementara itu, Penglingsir Puri Anyar Kerambitan, Anak Agung Ngurah Bagus Erawan, menyatakan dukungannya terhadap penerapan konsep TOSS.
Menurutnya, sistem tersebut menjadi solusi konkret untuk membantu pemerintah sekaligus masyarakat dalam menuntaskan persoalan sampah langsung dari sumbernya.
“Konsep ini sangat berguna, baik untuk rumah tangga maupun dalam skala yang lebih besar. Saya yakin ini bisa membantu pemerintah dan masyarakat menangani sampah secara nyata,” ujarnya. BWN-05

































