Bali Siaga Hantavirus, Dinkes Pastikan Tak Ada Kasus, Perketat Pengawasan di Bandara hingga Pelabuhan

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Pemerintah Provinsi Bali mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hantavirus menyusul munculnya kasus di sejumlah wilayah Indonesia. Meski hingga kini Bali dipastikan masih aman dan belum ditemukan kasus, pengawasan di berbagai pintu masuk diperketat untuk mencegah potensi penyebaran penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom menegaskan hingga saat ini belum ada kasus maupun suspek hantavirus yang terdeteksi di Bali. Namun, langkah antisipasi terus dilakukan agar masyarakat tetap terlindungi.

“Hingga saat ini belum ada kasus maupun suspek hantavirus yang terdeteksi di Bali,” tegas dr. Anom dalam pers rilis resmi di Denpasar, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga:  Terlibat Kasus Korupsi dan Gratifikasi, Mantan Sekda Buleleng Ditahan

Dinas Kesehatan Bali kini memperkuat pengawasan di bandara, pelabuhan, hingga kawasan kerja yang dinilai memiliki risiko tinggi. Skrining juga diperketat terhadap pekerja migran dan kru kapal pesiar yang masuk ke Bali.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Virus ini menyebar lewat paparan urine, air liur, hingga kotoran tikus yang terkontaminasi debu. Berbeda dengan COVID-19, hantavirus tidak menular antar manusia.

Meski demikian, penyakit ini tetap perlu diwaspadai karena gejalanya bisa berkembang serius. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga gejala mirip flu berat. Dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berbahaya.

Baca Juga:  Bendera One Piece Jadi Tren, Warga Raup Cuan dari Penjualan Online

Untuk mencegah risiko penularan, masyarakat diminta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar tidak menjadi sarang tikus. Warga juga diimbau berhati-hati saat membersihkan gudang atau bangunan lama yang jarang digunakan.

“Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terdapat kotoran tikus. Hindari menyapu dalam kondisi kering agar debu tidak beterbangan,” imbau dr. Anom.

Dinkes Bali juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi dan nyeri otot setelah beraktivitas di lingkungan yang banyak tikus atau kurang bersih.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Hadiri Paruman Desa Adat Kota Tabanan

Selain memperketat pengawasan, Pemprov Bali kini memperkuat koordinasi dengan seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota dan fasilitas kesehatan untuk memantau pasien dengan gejala flu berat yang memiliki riwayat kontak dengan tikus.

Edukasi penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga terus digencarkan sebagai langkah pencegahan dini di masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI untuk memantau perkembangan situasi secara real-time,” ujar dr. Anom. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR