Denpasar, Baliwakenews.com
Upaya memperkuat peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat terus didorong. Hal ini ditegaskan Putri Koster saat membuka Bina Posyandu Angkatan IV Tahun 2026 di Bapelkesmas Provinsi Bali, Selasa (5/5/2026).
Dalam arahannya, Putri Koster menekankan bahwa kader Posyandu tidak lagi cukup berperan sebagai pelaksana layanan dasar. Mereka dituntut naik kelas menjadi penghubung strategis antara masyarakat dan pemerintah.
“Posyandu harus dikelola dengan baik. Kader bukan hanya melayani, tetapi juga mencatat dan menyampaikan kebutuhan masyarakat agar bisa ditindaklanjuti secara tepat,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti 112 peserta dari dua daerah, yakni 44 kader dari Kota Denpasar dan 68 kader dari Kabupaten Buleleng. Peserta mencakup TP Posyandu di berbagai level, mulai dari kota, kecamatan hingga desa, termasuk Desa Buahan di Buleleng.
Ketua panitia, Ni Komang Sriani, menjelaskan pelatihan ini difokuskan pada penguatan kapasitas kader agar mampu memahami dan menjalankan program Posyandu secara komprehensif.
Selama tiga hari, peserta dibekali materi dari lintas organisasi perangkat daerah, mulai dari Dinas Pendidikan, Satpol PP hingga Dinas Sosial. Materi mencakup penguatan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), isu strategis terkini, hingga kebijakan terbaru yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.
Tak hanya teori, kader juga didorong memahami strategi implementasi melalui integrasi program Posyandu dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Langkah ini dinilai krusial agar program tidak berhenti di lapangan, tetapi terhubung langsung dengan kebijakan dan pendanaan.
Pelatihan ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi Posyandu tengah diarahkan lebih modern, responsif, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Dengan penguatan ini, kader diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih tajam, terukur, dan berdampak langsung bagi kualitas kesehatan serta kesejahteraan warga Bali. BWN-03
































