BI Ngebut Digitalisasi Bali, Siap Lepas dari Pariwisata

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Bank Indonesia tancap gas mendorong transformasi ekonomi Bali melalui digitalisasi. Lewat Kick-Off Baligivation 2026, regulator moneter ini mengirim pesan tegas: masa depan ekonomi Bali tak bisa lagi hanya bergantung pada pariwisata.

Seminar bertajuk “Bali Pulau Digital: Mengurai Tantangan, Memetakan Masa Depan” yang digelar di Prime Plaza Hotel Sanur menjadi panggung strategis mempertemukan 300 pelaku industri, akademisi, dan mahasiswa untuk membedah arah baru ekonomi digital Bali.

Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Indra Gunawan Sutarto, menegaskan bahwa digitalisasi adalah kunci memperkuat struktur ekonomi daerah.

“Ekonomi Bali bisa tumbuh lebih kuat jika ditopang transformasi digital. Ini penting agar tidak lagi bergantung pada sektor pariwisata semata,” tegasnya.

Baca Juga:  Hari Anak Nasional, Penumpang Cilik di Bandara Ngurah Rai Terima Kejutan Spesial

Ia menambahkan, indikator digitalisasi Bali sudah menunjukkan tren positif mulai dari Indeks Masyarakat Digital hingga transaksi keuangan pemerintah daerah yang semakin terdigitalisasi. Kondisi ini dinilai menjadi modal kuat untuk akselerasi ekonomi berbasis teknologi.

Diskusi juga menyoroti perubahan struktur tenaga kerja Bali yang kini didominasi generasi muda Gen Y, Z, hingga Alpha. Kelompok ini dinilai sebagai motor utama dalam mempercepat adopsi teknologi dan inovasi digital di berbagai sektor.

Dari sisi kebijakan nasional, perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Dandy Yudha Feryawan menekankan pentingnya teknologi digital baru sebagai pengungkit daya saing ekonomi kreatif.

“Digitalisasi juga harus melindungi budaya lokal. Integrasi budaya ke dalam teknologi menjadi kunci agar nilai ekonomi tetap dinikmati oleh kreator lokal,” ujarnya.

Baca Juga:  Wayan Koster Layak Disebut Bapak Arak Bali

Sementara itu, Asosiasi E-Commerce Indonesia melalui Sekjen Budi Primawan menyoroti peran e-commerce dalam membuka akses pasar bagi UMKM.

Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital harus ditopang ekosistem yang solid mulai dari pelaku usaha, regulator, hingga perlindungan konsumen.

Dari sisi talenta, mentor Apple Developer Academy, Doni Nathaniel Pranama, menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan hanya teknologi, tetapi kesiapan sumber daya manusia.

“Bukan hanya coding. Critical thinking dan life skills justru jadi pembeda dalam ekonomi digital global,” katanya.

Meski peluang terbuka lebar, forum ini juga mengakui sejumlah tantangan krusial: kesiapan infrastruktur digital, literasi masyarakat, hingga perlindungan konsumen. Tanpa penyelesaian aspek tersebut, akselerasi digital berisiko timpang.

Baca Juga:  Relawan Cemagi Siap Menangkan Paslon Nomor Urut 1 Suyadinata

Namun demikian, Baligivation 2026 diposisikan sebagai wadah kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus mempercepat lahirnya ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menegaskan komitmen berkelanjutan BI dalam mendorong transformasi ini.

Baligivation 2026 bukan sekadar forum diskusi. Ini adalah sinyal kuat bahwa Bali sedang bersiap melakukan lompatan besar dari ekonomi berbasis pariwisata menuju ekonomi digital yang lebih tangguh, adaptif, dan kompetitif di level global. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR