TPA Bengkala Overload, Wabup Supriatna Ajak Warga Mulai Pilah Sampah

Iklan Home Page

Singaraja, Baliwakenews.com

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, Selasa 21 April 2026 turun langsung meninjau kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala yang kini mengalami kelebihan kapasitas. Lonjakan volume sampah harian membuat daya tampung TPA kian tertekan dan memicu kekhawatiran akan potensi darurat sampah jika tidak segera ditangani serius.

Dari lokasi, Supriatna menegaskan bahwa persoalan sampah bukan lagi isu biasa, melainkan tantangan krusial yang membutuhkan penanganan terpadu, termasuk perubahan perilaku masyarakat.

“Setiap hari sekitar 400 meter kubik sampah masuk ke TPA Bengkala, tapi hanya sekitar 12 persen yang bisa dikelola. Tanpa pemilahan dari sumber, sampah akan terus menumpuk dan memperparah kondisi,” tegasnya.

Baca Juga:  Wabup Supriatna Tinjau Kondisi SDN 1 Silangjana, Pastikan Perbaikan Masuk APBD 2026

TPA Bengkala yang memiliki luas sekitar 7,8 hektare saat ini lebih banyak menampung sampah dari kawasan perkotaan. Meski sebagian desa sudah memiliki fasilitas TPS3R, tekanan terhadap TPA tetap tinggi akibat meningkatnya produksi sampah rumah tangga.

Supriatna juga mengungkapkan bahwa sistem pengelolaan sampah di TPA Bengkala tengah beralih dari metode open dumping yang kini dilarang, menuju sistem controlled landfill guna mengurangi dampak lingkungan.

Baca Juga:  Parwata Apresiasi Badung Open Karate International Championship 2023

“Ini masa transisi. Kami sudah tidak lagi menggunakan open dumping. Sekarang diarahkan ke controlled landfill, tapi itu tidak akan efektif tanpa dukungan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Buleleng mulai menerapkan pola pengangkutan sampah berbasis pemilahan. Sampah organik diangkut pada tanggal ganjil, sementara sampah anorganik pada tanggal genap. Kebijakan ini bertujuan mempercepat proses pengolahan sekaligus mengurangi beban TPA.

Namun demikian, kunci utama tetap berada di tangan masyarakat.

“Kalau tidak dimulai dari rumah, semua sistem tidak akan berjalan optimal. Kami mengajak seluruh warga Buleleng untuk mulai memilah sampah sejak dari sumbernya,” tegas Supriatna.

Baca Juga:  Gedung Dharma Negara Alaya Diapresiasi Gubernur Wayan Koster

Pemkab berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks. Tanpa langkah bersama, ancaman overload TPA bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat secara luas. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR