Singaraja, Baliwakenews.com
Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat komitmen ketahanan pangan saat menerima kunjungan Kepala Staf Kepresidenan RI, Muhammad Qodari, di sentra bawang Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Selasa (7/4/2026). Kunjungan ini sekaligus menjadi sorotan serius terhadap penurunan produktivitas bawang di daerah tersebut meskipun luas panen meningkat.
Mewakili Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati, Gede Supriatna, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Buleleng, Gede Melandrat, menyambut langsung rombongan di lahan bawang seluas tiga hektar di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak.
Dalam kunjungan tersebut, Qodari berdialog langsung dengan petani terkait biaya produksi, tata niaga, hingga tantangan pasca panen. Ia menegaskan petani memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
“Bapak dan Ibu tidak hanya sebagai produsen, tetapi penopang stabilitas pangan nasional,” tegas Qodari di hadapan petani.
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya keterkaitan produksi pertanian desa dengan pemenuhan gizi masyarakat. Menurutnya, peran petani juga menjadi kunci dalam mendukung program strategis pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Produksi di desa harus terkoneksi langsung dengan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Namun, Qodari juga mengungkap fakta yang menjadi alarm bagi sektor pertanian Buleleng. Berdasarkan data, produksi bawang merah tahun 2024 tercatat sekitar 3.292 kuintal atau turun 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun luas panen meningkat signifikan.
“Ini artinya produktivitas menurun. Kita harus kawal bersama agar hasil pertanian bisa meningkat,” tegasnya.
Sementara itu, Melandrat menjelaskan bahwa Buleleng memiliki karakteristik wilayah “nyegara gunung” yang memungkinkan pengembangan berbagai komoditas hortikultura, termasuk bawang sebagai komoditas strategis.
Pemkab Buleleng, lanjutnya, terus mendorong peningkatan produktivitas melalui pendampingan teknis, fasilitasi akses permodalan, hingga usulan bantuan alat pertanian seperti traktor. Hal ini penting mengingat sebagian besar lahan di Gerokgak merupakan lahan kering.
“Kami juga telah menyiapkan data dan skema penguatan kawasan. Kehadiran Kepala Staf Kepresidenan menegaskan bahwa bawang Gerokgak punya peran penting dalam pasokan nasional,” ujar Melandrat.
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pertanian Buleleng, khususnya bawang merah, menjadi perhatian pemerintah pusat sekaligus momentum mempercepat penguatan ketahanan pangan daerah berbasis potensi lokal. BWN-03































