Mangupura, baliwakenews.com
Transformasi layanan kebandarudaraan yang lebih inklusif terus diperkuat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program Travel Rehearsal yang digagas maskapai Emirates, sebuah simulasi perjalanan udara khusus bagi anak-anak dengan kondisi neurodiverse autisme.
Program ini menjadi langkah konkret menghadirkan bandara sebagai ruang publik yang benar-benar ramah bagi semua kalangan, termasuk anak berkebutuhan khusus yang kerap menghadapi tantangan sensorik saat bepergian menggunakan pesawat.
Lingkungan bandara yang ramai, antrean panjang, suara bising, hingga prosedur keamanan seringkali memicu kecemasan bagi anak dengan spektrum autisme. Melalui Travel Rehearsal, mereka diberikan kesempatan mengenali seluruh tahapan perjalanan udara dalam suasana yang lebih terkontrol dan nyaman sebelum benar-benar melakukan penerbangan.
Sebanyak delapan anak dengan kondisi neurodiverse autisme, didampingi orang tua, guru, dan pendamping, mengikuti simulasi perjalanan di Bandara Ngurah Rai. Total 17 peserta terlibat dalam kegiatan ini. Mereka menjalani proses lengkap mulai dari kedatangan di drop zone terminal internasional, check-in, pemeriksaan keamanan, imigrasi, boarding, merasakan suasana kabin pesawat, hingga simulasi pengambilan bagasi saat kedatangan.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menegaskan bahwa bandara sebagai fasilitas publik harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Kami percaya bahwa setiap anak berhak merasakan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman. Melalui program Travel Rehearsal ini, kami ingin membantu anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarga mereka agar lebih siap secara mental dan emosional saat bepergian,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, dukungan terhadap program ini merupakan bagian dari transformasi layanan yang lebih humanis dan berorientasi pada kebutuhan individu. Bandara Ngurah Rai terus memperkuat fasilitas serta kompetensi petugas guna memastikan pelayanan inklusif berjalan optimal.
Berbagai fasilitas pendukung telah disiapkan, mulai dari kursi roda, akses lift khusus, hingga toilet ramah disabilitas yang dipastikan dalam kondisi prima. Petugas frontliner juga telah mendapatkan pelatihan bahasa isyarat untuk membantu penumpang dengan kondisi tuli agar dapat berkomunikasi dengan lebih mudah selama berada di area bandara.
Program Travel Rehearsal sendiri merupakan bagian dari inisiatif global Emirates bertajuk “Perjalanan yang Dapat Diakses untuk Semua”. Emirates menjadi maskapai pertama di dunia yang menyandang predikat Autism Certified Airline. Bali menjadi destinasi terbaru pelaksanaan program tersebut setelah sebelumnya digelar di Barcelona, Brisbane, Dubai, Manila, Madrid, dan Toronto.
Country Manager Emirates Indonesia, Majid Al Falasi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan program ini. Ia menegaskan bahwa inisiatif tersebut tidak hanya memperkuat posisi Bali sebagai destinasi global, tetapi juga memperluas akses perjalanan udara yang inklusif.
Keberhasilan kegiatan ini juga didukung berbagai pemangku kepentingan, antara lain PT JAS Airport Services (GHA), Otoritas Imigrasi, Karantina dan Bea Cukai, Otoritas Bandara Wilayah IV, serta Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Denpasar.
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menyediakan layanan khusus bagi penyandang disabilitas, orang sakit, ibu hamil, lansia, serta anak-anak. Pengguna jasa yang membutuhkan asistensi selama berada di bandara dapat menghubungi Contact Center 172 untuk mendapatkan pelayanan khusus.
Melalui langkah ini, perjalanan udara diharapkan tidak lagi menjadi sumber kecemasan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, melainkan pengalaman yang lebih ramah, terstruktur, dan membangun rasa percaya diri. BWN-04































