Cuaca Ekstrem Berpotensi Ganggu Pariwisata dan Transportasi di Bali, BMKG Keluarkan Peringatan

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Aktivitas pariwisata dan transportasi di Bali berpotensi terdampak cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 22–24 Januari 2026, menyusul meningkatnya potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang di hampir seluruh wilayah Bali.

Kondisi cuaca ini dinilai berisiko mengganggu kelancaran transportasi darat, laut, dan udara, serta aktivitas wisata alam dan bahari. Pada Kamis (22/1/2026), wilayah Badung, Bangli, Buleleng, Karangasem, dan Tabanan diprakirakan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara Denpasar, Gianyar, Jembrana, dan Klungkung berpeluang diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Baca Juga:  Menata Arah Pembangunan, Gubernur Koster Resmikan Pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru

Selain hujan, angin kencang diprakirakan terjadi hampir merata di seluruh kabupaten/kota. Kondisi ini meningkatkan risiko pohon tumbang dan genangan di sejumlah ruas jalan, yang dapat menghambat akses menuju kawasan wisata, bandara, serta jalur distribusi logistik pariwisata.

Memasuki Jumat (23/1/2026), potensi gangguan masih berlanjut. BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat berpeluang terjadi di wilayah Bangli dan Buleleng, sementara Badung, Gianyar, Jembrana, Karangasem, dan Tabanan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Peringatan angin kencang kembali diberlakukan di seluruh wilayah Bali.

Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Diana Siregar, menjelaskan cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktifnya monsun Asia yang disertai terbentuknya pola pertemuan angin atau konvergensi di wilayah Bali.

Baca Juga:  Wabup Ketut Suiasa Resmikan TAKSU Badung

“Bali saat ini berada pada puncak musim hujan, dengan kelembapan udara yang tinggi hingga lapisan atmosfer atas. Kondisi ini meningkatkan potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” jelasnya.

BMKG mengimbau pengelola destinasi wisata alam, wisata bahari, serta pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan aktivitas operasional dengan kondisi cuaca. Penundaan atau pembatasan aktivitas di kawasan rawan dinilai perlu dilakukan demi keselamatan wisatawan.

Sementara itu, nelayan dan operator wisata laut diminta mewaspadai potensi angin kencang dan gelombang tinggi yang dapat mencapai dua meter atau lebih di Perairan Utara dan Selatan Bali, Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, hingga Selat Lombok. Kondisi tersebut berisiko terhadap pelayaran kapal penyeberangan, kapal wisata, dan aktivitas olahraga air.

Baca Juga:  Temu Kader Posyandu se-Bali Tahun 2025

BMKG juga mengingatkan pengguna transportasi darat dan udara untuk mengantisipasi potensi keterlambatan perjalanan akibat cuaca buruk. Masyarakat dan wisatawan diimbau rutin memantau informasi cuaca terkini guna memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan selama berada di Bali. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR