Gianyar, baliwakenews.com
Dalam upaya mengoptimalkan potensi pariwisata lokal, Kelompok Dosen Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Strategi Pengembangan Obyek Wisata di Desa Lebih”. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, pada Kamis (7/8/2025).
FGD dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Lebih, I Wayan Agus Muliana, S.AP., yang menyambut baik inisiatif kalangan akademisi dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi untuk menciptakan model pariwisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga berkelanjutan bagi lingkungan dan ekonomi desa.
Salah satu narasumber, Dr. Victorius Adventius Hamel, S.Th., M.Si., memaparkan materi mengenai Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Lebih. Ia menekankan bahwa pengembangan sektor pariwisata harus memperhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologis agar mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa.
Peserta yang hadir dalam diskusi meliputi perwakilan BUMDes, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta seluruh perangkat Desa Lebih. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam memberikan masukan dan berbagi pengalaman lapangan terkait potensi dan tantangan pengembangan wisata di wilayahnya.
Dari hasil diskusi, terungkap bahwa Desa Lebih tidak hanya dikenal dengan panorama laut dan hasil lautnya yang melimpah, tetapi juga menyimpan potensi wisata lainnya, seperti hutan mahoni, wisata religi di sejumlah pura dan tempat melukat, hingga potensi wisata internasional balawista.
Ketua tim pengabdian, Dra. Lilik Antarini, M.Erg, menuturkan bahwa hasil FGD ini akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi strategis bagi pemerintah desa dalam mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal. “Kami ingin membantu desa menemukan arah pengembangan yang tepat, agar potensi yang ada bisa dikelola secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antara akademisi dan masyarakat, tetapi juga membuka ruang sinergi nyata dalam mewujudkan desa wisata mandiri dan berdaya saing di Kabupaten Gianyar. BWN-R

































