Mandalika, baliwakenews.com
Bukan sekadar wisata dan balap motor, Mandalika kembali menunjukkan wajah lain. Ruang kolaborasi yang mempersatukan anak muda, BUMN, dan masyarakat lokal. Melalui Program Relawan Bakti Batch VIII BUMN 2025, ratusan relawan hadir di Lombok Tengah pada 15–17 Agustus 2025 dengan misi sederhana tapi berdampak pada mengabdi dengan hati, membangun dari desa.
Kegiatan ini menjelma sebagai miniatur gotong royong Indonesia. Mulai dari pencegahan stunting di Desa Kuta, penanaman 80 pohon di area Pertamina Mandalika International Circuit, hingga pendampingan kelompok tani Hydroku dalam sistem pertanian terpadu. Tak berhenti di situ, relawan juga turun langsung mengajar di SDN Ngolang dan mendampingi UMKM lokal belajar promosi digital.
“Semangat para relawan membuktikan bahwa keberlanjutan bukan hanya jargon, melainkan aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Robby Saputra, Human Capital Development & Sustainability Group Head.
Momentum HUT ke-80 RI menambah makna kegiatan ini. Para relawan tak hanya menjadi penggerak program sosial, tapi juga ikut menjadi perangkat upacara 17 Agustus di Mandalika. Malam harinya, mereka meramaikan Malam Budaya Relawan Mandalika (Mayalaka), menampilkan seni tradisional dan bazaar produk kreatif lokal.
Bagi Zahir Satria Nugraha, Ketua Panitia, keberhasilan program ini menunjukkan kuatnya sinergi BUMN, masyarakat, dan UMKM. “Dari edukasi kesehatan hingga pelestarian budaya, semua bergerak bersama. Inilah wajah Mandalika: destinasi super prioritas yang tumbuh dengan kearifan lokal,” ujarnya.
Lewat rangkaian aksi tersebut, Relawan Bakti BUMN 2025 meninggalkan jejak bukan hanya di Mandalika, tapi juga di hati masyarakat yang merasakannya. Sebuah pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan semangat membangun negeri dari desa, menjaga warisan, dan menyiapkan generasi masa depan. BWN-04





























