Badung, baliwakenews.com
Gelombang tinggi dan cuaca ekstrem belakangan ini tidak menyurutkan semangat para wisatawan untuk menikmati serunya wisata bahari di Tanjung Benoa, Kuta Selatan. Dengan pengalaman panjang dan protokol keamanan ketat, kawasan ini tetap beroperasi seperti biasa, bahkan ramai dikunjungi turis mancanegara.
Manager Pandawa Watersport sekaligus Bendesa Adat Tanjung Benoa, I Made Wijaya atau akrab disapa Yonda, mengatakan bahwa para pelaku usaha di sini sudah terbiasa menghadapi dinamika perairan.
“Kapten boat dan pelaku wisata di Tanjung Benoa sangat paham karakter laut di sini. Setiap hari kami cek informasi cuaca dari kanal resmi BMKG sebelum beroperasi,” ujarnya, Minggu (10/8/2025).
Menurut Yonda, perubahan gelombang kerap terjadi di perairan timur Tanjung Benoa, terutama antara Agustus–Oktober ketika angin barat mulai bertiup. Kondisi ini juga dipengaruhi jalur kapal pesiar di perairan dalam.
Meski demikian, tidak ada kendala berarti. Justru, kawasan ini mencatat kunjungan rata-rata 500 wisatawan per hari di Juli 2025, dengan 75% di antaranya turis asing, terbanyak dari India. Saat high season, jumlahnya bisa melonjak hingga 1.500 orang per hari.
Dari puluhan wahana yang tersedia, parasailing adventure jadi primadona. Wahana ini memungkinkan dua orang terbang bersamaan dengan pendaratan langsung di atas boat, lebih aman dan efisien.
Selain itu, wisatawan juga bisa mencoba snorkeling dengan tarif Rp 160 ribu per orang, atau wahana lain mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu.
“Semua kegiatan sudah sesuai standar keamanan, dan cuaca selalu menjadi pertimbangan utama sebelum keberangkatan,” tegas Yonda.
Yonda mengakui, kunjungan wisatawan domestik sedikit menurun karena sebagian memilih destinasi lain seperti Pantai Pandawa. Faktor kemacetan juga ikut mempengaruhi. Meski begitu, daya tarik Tanjung Benoa tetap kuat di mata turis asing yang mencari pengalaman bahari lengkap dari adrenalin hingga keindahan bawah laut.
Dengan kombinasi profesionalisme, pengawasan cuaca yang ketat, dan ragam wahana yang terus diperbarui, Tanjung Benoa membuktikan bahwa cuaca ekstrem bukan alasan untuk kehilangan daya tariknya. BWN-04
































