Mangupura, baliwakenews.com
Ikon wisata Nusa Dua, DTW Waterblow, untuk sementara masih menutup pintu bagi wisatawan. Alasannya bukan hanya soal cuaca ekstrem, tapi juga kerusakan pada mesin loket yang kini menunggu perbaikan.
General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menjelaskan bahwa penutupan ini demi faktor keamanan. Berdasarkan data BMKG, gelombang tinggi diperkirakan masih akan terjadi, bahkan pada 14 Agustus mendatang bisa mencapai 2,6 meter.
“Kalau hanya gelombang tinggi, biasanya aman. Tapi kalau disertai angin kencang, hempasannya bisa jauh masuk ke area pengunjung,” ujarnya, Minggu (10/8/2025).
Ia mengingatkan, saat banjir rob sebelumnya, gelombang sekitar 2 meter sudah cukup untuk menciptakan hempasan air yang kuat, apalagi bila dipadukan dengan angin kencang.
Waterblow diperkirakan akan kembali dibuka dalam waktu sekitar dua bulan, setelah mesin loket diperbaiki oleh Dinas terkait di Pemkab Badung. Hal ini karena sistem tiketnya terkoneksi langsung dengan Pemkab.
Selain perbaikan, ada rencana jangka panjang untuk menata ulang posisi gate loket. Nantinya akan dibuat alur khusus untuk mengarahkan hempasan air agar tidak menggenangi gate dan area Pulau Peninsula. Loket juga akan dipindahkan dari posisinya yang sekarang.
“Penataan ini masuk rencana anggaran 2026. Jadi pembukaan tidak menunggu penataan, hanya perbaikan mesin loket dan cuaca membaik,” tambah Dwiatmika.
Meski tutup, Waterblow tetap jadi magnet bagi wisatawan. Beberapa wisatawan ada yang berukang kali datang berharap bisa masuk. Namun karena masih tutup mereka pun bisa memakluminya.
Untuk saat ini, pengunjung hanya bisa melihat dari kejauhan. Namun, jika rencana berjalan lancar, Waterblow akan kembali menyambut wisatawan dengan wajah yang lebih tertata dan siap memberikan pengalaman hempasan ombak yang aman sekaligus memukau. BWN-04


































