Jakarta, baliwakenews.com – Cengkeh, rempah asli Indonesia yang telah lama menjadi komoditas ekspor unggulan, kembali menarik perhatian dunia medis dan pengobatan alternatif. Tak sekadar sebagai bumbu dapur, cengkeh kini dibuktikan memiliki segudang manfaat kesehatan mulai dari meredakan nyeri hingga berpotensi sebagai agen antikanker alami.
Penelitian terbaru yang dirilis oleh Departemen Farmasi Universitas Gadjah Mada menyebutkan bahwa cengkeh mengandung senyawa aktif bernama eugenol, yang terbukti memiliki efek antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan tinggi. Kandungan ini efektif dalam meredakan sakit gigi, mengobati gangguan pencernaan, hingga memperkuat daya tahan tubuh.
“Cengkeh bukan hanya warisan rempah, tapi juga warisan pengobatan,” ujar salah seorang peneliti farmakognosi dari UGM, Rabu (30/7). Menurutnya, masyarakat Indonesia sejak dahulu sudah menggunakan cengkeh untuk mengobati batuk, masuk angin, dan memperlancar peredaran darah.
Selain eugenol, cengkeh juga mengandung vitamin C, vitamin K, dan mangan dalam jumlah tinggi. Kandungan tersebut mendukung pembentukan tulang, menjaga kesehatan jantung, dan memperbaiki metabolisme tubuh.
Manfaat lain yang tak kalah penting adalah potensi antikanker. Studi yang dilakukan di Journal of Cancer Prevention pada 2024 menunjukkan bahwa ekstrak cengkeh mampu menghambat pertumbuhan sel kanker serviks dan payudara pada uji laboratorium.
Meski begitu, para ahli mengingatkan agar penggunaan cengkeh tetap dalam dosis yang wajar. “Konsumsi berlebihan justru bisa mengiritasi lambung atau memicu alergi pada individu sensitif,” kata Kartini.
Di pasar lokal, cengkeh juga menjadi bahan baku utama dalam industri minyak atsiri dan aromaterapi. Nilai ekonomi cengkeh bahkan terus meningkat sejak 2022 seiring meningkatnya permintaan dari Eropa dan Asia Timur, terutama untuk produk kesehatan dan kecantikan.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian pun mendorong budidaya cengkeh berkelanjutan, terutama di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
“Cengkeh adalah kekayaan tropis kita yang belum dimaksimalkan sepenuhnya,” kata Dirjen Perkebunan, Bambang, dalam diskusi daring mengenai potensi ekspor rempah, Jumat pekan lalu.
Dengan manfaat yang begitu luas, cengkeh kini tak lagi sekadar pengharum masakan, tapi juga rempah strategis untuk kesehatan nasional. BWN-07
































