Delapan Pelaku Narkoba Ditangkap, Sabu Diselundupkan Lewat Bus dan Tempelan WhatsApp

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com – Di balik gemerlap pantai dan vila mewah yang memikat wisatawan dunia, Bali juga menyimpan lorong-lorong gelap yang nyaris tak terlihat. Di lorong itu, perang diam-diam berlangsung melawan jaringan narkotika yang menyusup lewat bus antarpulau, rumah kos pinggiran, dan pesan singkat tanpa nama.

Dalam dua bulan terakhir, Tim Brantas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali membongkar enam kasus peredaran narkoba. Delapan orang ditangkap. Dua di antaranya warga negara asing. Barang bukti yang diamankan pun tak main-main, lebih dari 4,6 kilogram sabu-sabu dan kokain. Nilainya diperkirakan menembus belasan miliar rupiah.

“Kalau semua barang ini lolos, kita bisa bicara soal puluhan ribu nyawa yang rusak,” kata Brigjen Pol Rudy Ahmad Sudrajat, Kepala BNNP Bali, dalam konferensi pers, Kamis (24/7). Ia berbicara dengan tegas, tapi di matanya tergambar kelelahan dari perang panjang yang tak kunjung usai.

Kasus pertama menyeret seorang pria muda dari Madura berinisial MS. Ia ditangkap pada 23 Juni 2025 di halaman parkir Desa Budaya Kertalangu, Denpasar Timur, sesaat sebelum melanjutkan perjalanan ke Lombok dengan bus antarpulau.

Baca Juga:  Terlilit Hutang, Sales Mobil Curi Dompet

Di dalam tas jinjing hijaunya, petugas menemukan 299,8 gram sabu cukup untuk membuat ratusan orang terjerembap. “Saya baru pertama kali. Dikasih Rp1 juta buat bawa barang ini,” aku MS kepada penyidik.

Uang sejuta yang terlihat menggiurkan, nyatanya hanya bagian kecil dari rantai distribusi panjang yang digerakkan entah dari mana. Nama “Muksin” disebut sebagai pemberi perintah, tapi seperti biasa: tak ada jejak digital, tak ada kejelasan siapa dia sebenarnya.

Kasus berikutnya bergulir dari rumah kos sederhana di Jimbaran, Kuta Selatan kawasan yang biasanya dipenuhi para pekerja pariwisata. Tapi di dalam kamar sempit itu, aparat mendapati tiga pemuda: NL, LP, dan SW, tengah bermain peran dalam jaringan distribusi sabu.

NL tertangkap saat hendak mengambil ‘tempelan’ sabu di pinggir jalan. Ketika petugas menggeledah kamarnya, ditemukan 11 paket siap edar. Tak lama, LP dan SW datang menyusul, mengaku hendak membantu “memecah” sabu dalam jumlah lebih kecil. Semua dilakukan atas perintah yang dikirim lewat WhatsApp koordinat lokasi, jumlah, dan waktu pengambilan. Semuanya tanpa nama. Hanya avatar kosong dan pesan-pesan singkat.

Baca Juga:  Selama 15 Hari, 71 Tersangka Narkoba Ditangkap

“Modus seperti ini sudah berkembang. Mereka nyaris tidak kenal siapa atasan mereka, tapi tetap bekerja,” ujar Rudy.

Kisah tak kalah memilukan datang dari dua pria lainnya, AW dan AR, yang beroperasi di kawasan Denpasar Selatan. Keduanya tertangkap dengan barang bukti sabu dan ganja seberat 250 gram. Perintah datang dari seseorang yang disimpan dengan nama “Bos Kecil” dan “Minimart” di kontak ponsel mereka. Tidak pernah bertemu langsung. Tidak tahu siapa sebenarnya yang mengatur langkah mereka.

Upah mereka? Rp50 ribu per titik. Hanya cukup untuk satu kali makan cepat tapi risikonya adalah hidup di balik jeruji besi, atau lebih buruk: hukuman mati.

“Ini yang bikin miris. Mereka dijadikan pion. Diberi recehan untuk rusak masa depannya sendiri dan orang lain,” kata Rudy.

Dari seluruh kasus yang berhasil diungkap selama Juni dan Juli 2025, BNNP Bali mencatat total barang bukti, sabu-sabu 1.605,43 gram dan kokain 3.089,36 gram. Angka yang tidak hanya mencerminkan besarnya perdagangan ilegal, tapi juga ancaman yang terus mengintai.

Baca Juga:  Siswi SMP Asal Tabanan Nyaris Dilarikan Pria Beristri ke Manado

Seluruh tersangka kini dijerat dengan pasal berat dalam Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman mati membayangi mereka.

Namun perang belum selesai. Seperti kata Brigjen Rudy, “Kami tidak akan berhenti. Bali tidak boleh jadi surga bagi pengedar. Surga ini harus kita jaga, bukan kita biarkan jadi pasar kematian.”

Di tengah riuhnya pesta pantai dan festival budaya, kisah-kisah sunyi para kurir narkoba terus bergulir tersembunyi di balik tas jinjing, kamar kos, atau pesan singkat yang bisa menghilang dalam hitungan detik. Tapi bagi aparat, itu cukup untuk menyalakan alarm bahaya yang tak boleh diabaikan. BWN-07

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR