Barong Landung “Pula-Pala” Suguhkan Kesakralan Mitologi Kedonganan di PKB 2025

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Kehadiran Barong Landung dalam balutan kisah “Pula-Pala” berhasil memukau ratusan pasang mata pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025. Sanggar Seni Paras Paros, yang menjadi duta Kabupaten Badung, menampilkan tarian sakral itu di Kalangan Ayodya Art Center, Sabtu (5/7) malam.

Pagelaran berdurasi sekitar satu jam tersebut bukan hanya suguhan estetika, tetapi juga ritual hidup masyarakat pesisir Kedonganan, Kuta Selatan. Dibalut harmoni tabuh 18 orang penabuh dengan satu gerong, pementasan ini menghadirkan 10 penari yang membawakan kisah lokal jenius yang turun-temurun diwariskan.

Baca Juga:  Deposito di Bank Emas Pegadaian, Pasti Aman, Pasti Untung!

Koordinator Sanggar Paras Paros, Wayan Adi Saputra, S.Sn, menjelaskan, tema Pula-Pala mengangkat mitologi masyarakat Kedonganan sebagai ungkapan syukur kepada Ratu Gede Bagus Pengenter, sosok pelindung desa yang diyakini berstana di Puri Tegeh Gumi.

“Beliau dipercaya menjaga harmoni alam, menolak bala, serta memberikan berkah hasil laut, kesuburan ternak, dan ketenteraman hidup,” ungkapnya saat ditemui jelang pementasan.

Menurutnya, filosofi Pula-Pala menggambarkan siklus kehidupan manusia yang tidak terlepas dari benih pikiran, kata, dan perbuatan. Semua itu pada akhirnya akan berbuah kembali pada diri sendiri.

Baca Juga:  Kalahkan The Guardians, Makin Tempel Puncak Klasemen

“Segala yang tumbuh berawal dari benih yang ditanam. Apa yang tumbuh dari hati dan jiwa akan menjadi warisan spiritual yang harus dijaga kesuciannya,” ujarnya.

Adi Saputra menceritakan, dalam perjalanan spiritual Ki Dukuh Kawia, sabda suci diterima saat tapa semadi. Sebagai wujud bhakti atas anugerah itu, masyarakat Kedonganan melaksanakan ritual Rerejangan Patedun, memohon Taru Pule pohon yang disucikan untuk menghadirkan tapakan Barong Landung sebagai simbol pelindung desa.

“Pada intinya, apa yang ada di Kedonganan kami angkat dalam bentuk seni. Agar orang tahu, kehidupan kami di pesisir menyimpan warisan budaya yang patut dikenal,” jelasnya.

Baca Juga:  Ketua DPRD Badung Dukung Mahasiswa Fakultas Hukum Unud Bantu Proses HAKI Tari Kecak Bona

Persiapan pementasan sudah dilakukan sejak April 2025. Upaya serius itu membuahkan pertunjukan yang menyatukan kesakralan, estetika, dan kebanggaan lokal.

“Atas kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Badung yang telah memfasilitasi seniman. Semoga karya ini memberi inspirasi bagi generasi mendatang,” pungkas Adi Saputra. BWN-05/Kominfo

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR