Wabup Gus Bota Hadiri Perempuan Berdaya Indonesia Raya, Badung Targetkan Zero Stunting Tahun 2025

Iklan Home Page

Sading, baliwakenews.com

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung bersama DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menggelar dialog yang bertajuk Perempuan berdaya Indonesia Raya, Sabtu (22/3) di Wantilan Balai Pusat Bhakti Negara, Kelurahan Sading, Mengwi. Dalam kegiatan tersebut juga diisi Pelatihan Advokasi Korban Kekerasan Perempuan dan Perlindungan Anak, Penanganan Stunting, dan Manajemen Sampah Rumah Tangga.Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta dan sejumlah narasumber dialog seperti tokoh perempuan kader PDI Perjuangan, seperti Tri Risma Maharani, Ribka Tjiptaning, dan Bintang Darmawati alias Ny. Bintang Puspayoga.

Wakil Ketua PKK Kabupaten Badung yang juga Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung, Putu Yunita Oktarini mengatakan, Kasus stunting di Kabupaten Badung ternyata masih ada. Meski jumlahnya cukup kecil, pemerintah kabupaten Badung berkomitmen akan menuntaskan kasus ini dalam setahun.

Menurut Yunita yang juga ketua panitia, kegiatan ini merupakan program dari PDI Perjuangan yakni bagaimana perempuan memiliki peran dalam penanggulangan stunting, pengelolaan sampah dan menjadi pondasi serta tiang pancang perekonomian di masing-masing daerah.”Untuk Penanggulangan kasus stunting di Badung kami akan bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan cara menjadi orang tua asuh anak-anak tersebut. Untuk di Badung jumlah anak stunting masih ada sebanyak 18 orang dan kami targetkan tuntas tahun 2025 ini,”paparnya. Sembari mengatakan angkas stunting di Badung bisa zero.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Buka Bimtek Peningkatan Produktivitas Tanaman Pangan dan Perkebunan

Bintang Darmawati selaku Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak menegaskan, bahwa program Perempuan Berdaya, Indonesia Raya merupakan implementasi dari arahan Ibu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dalam bentuk aksi nyata. Pihaknya menilai, perempuan dan anak merupakan pilar utama dalam membangun bangsa yang kuat dan berdaya guna. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan, kemandirian serta ramah lingkungan bagi anak-anak di seluruh indonesia.

“Dengan adanya program ini, kami berharap dapat mendorong partisipasi aktif perempuan dalam berbagai sektor kehidupan serta memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang,” jelasnya.

Baca Juga:  Suyasa Apresiasi Tulus Ikhlas Krama Melaksanakan Yadnya  di Pura Dalem Babadan Petilik

Acara ini juga mencakup pemaparan materi mengenai Pencegahan dan Penanganan Stunting oleh Ribka Tjiptaning serta Manajemen Sampah Rumah Tangga oleh Ibu Tri Rismaharini. Selain itu, sesi diskusi interaktif dengan peserta turut menambah antusiasme dalam acara ini.

Sementara Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta mengatakan, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian DPC Kabupaten Badung terhadap kesejahteraan perempuan dan anak, khususnya di Badung dan di Bali. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi perempuan dan anak di Badung serta menjadi langkah awal untuk program program pemberdayaan perempuan. ” Terkait Penagan stunting, kami selaku pemerintah sudah melakukan upaya-upaya, baik dari pemerintah sebelumnya dan yang saat ini. Mulai dari menjadi orang tua asuh hingga hal lainnya. Kedepan kita akan melakukan penanganan dari hulu ke hilir. Program penanganan stunting dari hulu ke hilir ini adalah penanganan dari sejak dalam kandungan yakni nutrisi ibu dan bayi dalam kandungan kita jaga dengan baik. Sehingga saat anak itu lahir sehat. Setelah lahir juga kita tetap monitor gizinya sehingga hingga dua tahun anak tersebut bebas stunting, ” terangnya.

Baca Juga:  PU Fraksi PDI Perjuangan Apresiasi Pemerintah Lakukan Terobosan Saat Pandemi Covid-19

Pria yang akrab disama Gus Bota ini juga menyampaikan angka kemiskinan di Badung juga akan dikurangi. ” Angka kemiskinan ekstrim nol persen dan angka kemiskinan umum itu sangat rendah sekali di Badung, itu sekitar 2.3 persen tahun 2023, sementara tahun 2024 turun lagi 2.2 perse. Dan dalam kepemerintahan kami Adi-Cipta angka ini bisa ditekan lagi lebih sedikit, “paparnya.

Di penghujung acara, dilakukan penyerahan bibit pohon cabai serta pembagian 150 paket sembako kepada 150 ibu-ibu yang mengikuti kegiatan tersebut Acara ditutup dengan demo memasak yang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan perempuan dalam mengolah bahan pangan yang sehat dan bergizi bagi keluarga. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR