Denpasar, baliwakenews.com
Memperpendek rantai pemasaran sehingga petani selaku produsen dapat memperoleh harga jual yang lebih tinggi, dan konsumen juga dapat memperoleh harga yang wajar, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali (Distan Pangan Bali) dengan Gojek Perwakilan Bali menandatangani nota kesepahaman. Penandatanganan MOU dilaksanakan Jumat (23/10) di Kantor Distan Pangan Bali.
Â
Kabid Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Ir. I Nyoman Suarta, MSi, mengatakan dalam rangka penganekaragaman pangan lokal, untuk mendistribusikan produk pangan lokal khususnya 11 kebutuhan pangan pokok, Distan Pangan Bali bekerjasama dengan Gojek yaitu gratis ongkos kirim.
Â
“Pangan yang dibutuhkan masyarakat dapat terjangkau dengan gratis ongkos Gojek dari toko tani Indonesia (TTI) yang menyediakan kebutuhan pangan masyarakat langsung dari produsen. Gratis ongkos kirim ini baru berlaku di 4 kabupaten yaitu Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar dengan minimal belanja Rp20 ribu dan jarak maksimal 25 kilometer, kelebihan jarak akan ditanggung konsumen,” papar Suarta selaku ketua panitia.
Â
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, MSi, mengatakan perbaikan distribusi produk pertanian dengan pemasaran secara online diharapkan dapat mencegah monopoli dan upaya kartel dari oknum pengepul nakal.
Â
Â
“Selama ini petani maupun kelompok tani dominan masih memasarkan produknya secara konvensional melalui pedagang pengepul dan bahkan beberapa masih dengan cara tebasan sehingga harga yang diterima menjadi relatif rendah,” ucapnya.
Â
Beberapa kelompok tani telah dibina membentuk wadah koorporasi dalam pengolahan dan pemasaran hasil, akan tetapi belum berjalan efektif. Hal yang sering terjadi adalah terbatasnya informasi pasar oleh konsumen dalam memperoleh produk yang diinginkan dan juga terbatasnya informasi petani selaku produsen dalam mencari pembeli.
Â
“Gojek sebagai perusahaan dengan jaringan yang sangat luas dan memiliki berbagai aplikasi online dengan berbagai jasa layanan kami harapkan dapat membantu mempermudah distribusi dan pemasaran produk pertanian lokal Bali,” tukas Wisnuardhana.
Â
Gojek juga membantu dalam mempromosikan produk pertanian Bali secara online, membantu mendistribusikan produk, juga diharapkan memberi subsidi transport untuk pembelian dalam jumlah tertentu. Pemerintah dalam hal ini Distan Pangan Provinsi Bali juga akan mengalokasikan sejumlah dana subsidi transport, sehingga harga di pembeli/konsumen dapat lebih murah. Produk disediakan oleh kelompok pemasaran hasil binaan Distan Pangan Bali. Kerjasama ini akan dilaksanakan mulai minggu IV Oktober 2020 dan akan dievaluasi efektifitasnya, jika kerjasama berjalan baik akan dilanjutkan pada 2021.
Â
Serangkaian penandatanganan MOU tersebut juga dilaksanakan kegiatan Gerakan Diversifikasi atau Penganekaragaman Konsumsi Pangan yang diikuti oleh Kelompok Wanita Tani binaan dari Kababupaten Gianyar, Tabanan, Badung dan Kota Denpasar.
Gerakan ini dimaksudkan untuk membudayakan pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) untuk mendukung hidup sehat, aktif dan produktif. Memperkenalkan berbagai produk olahan pangan non beras yang diproduksi UMKM pengolah pangan lokal yaitu para Kelompok Wanita Tani (KWT).*BWN-03

































