Kuta, baliwakenews.com
Penanganan abrasi Pantai Kuta masih belum dimulai. Hal ini dikarenakan hasil lelang pemenang tender yang sedang berjalan.Hal itu diungkapkan PPK Sungai Pantai 2, SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Bali-Penida, BWS Bali Penida, Danang Raditya P., Rabu (19/6/2024).
Danang mengungkapkan untuk saat ini proses penataan abrasi Pantai Kuta masih dalam tahap lelang untuk menentukan pemenang tender. “Semoga dalam waktu dekat sudah ada penetapan pemenang,” ujarnya.
Dia menambahkan untuk data lengkap proses ini ada di pokja Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK). Nantinya setelah ada surat penunjukan penyedia barang dan jasa (SPPBJ) baru berproses di PPK.”Semoga bisa segera kontrak dan mulai pelaksanaan konstruksinya,” imbuhnya.
Sebelumnya, dia juga sempat menjelaskan, penanganan abrasi Pantai Kuta masuk dalam paket 2 bersama dengan Legian dan Seminyak dengan panjang rencana paket ini 2 5.3 km. Sedangkan alokasi anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 249 Miliar.
Penanganan abrasi di pantai Kuta, direncanakan akan dilaksanakan melalui kegiatan Bali Beach Conservation Project Phase 2. Dimana ruas Kuta masuk dalam paket 2 yaitu, Kuta-Legian-Seminyak. “Kegiatan ini bersumber dari dana pinjaman luar negeri (loan) JICA,” ujar pria yang akrab disapa Adit ini.
Kegiatan secara teknis di lapangan yang dilakukan yaitu, Sand nourishment (pengisian pasir di beberapa area), Pembangunan breakwater (pemecah gelombang), termasuk modifikasi breakwater eksisting/yang sudah ada saat ini. “Panjang rencana paket 2 5.3 km dengan alokasi anggaran 249 Miliar,” imbuhnya
Terpisah pangliman (Wakil Bendesa) bidang Palemahan Desa Adat Kuta, I Made Rudika mengungkapkan kalau abrasi yang terjadi cukup.parah. Mulai dari perbatasan Kuburan Desa Adat ke arah utara menuju depan Pura Segara hingga sebelah Tsunami Center. Harapannya hal ini bisa segera mendapat penanganan secara maksimal agar tidak terjadi lagi dan semakin meluas.
Baik itu melalui pengisian pasir maupun pemasangan krib atau pemecah gelombang.Karena dengan langkah ini akan bisa memaksimalkan pemanfaatan pantai dengan sunsetnya untuk berjemur bagi wisatawan.
Rudika mengungkapkan, dari informasi yang didapatnya, dalam waktu dekat penanganan akan dimulai. Untuk mencegah agar abarasi ini tidak berulang, konon ada potensi akan dibangun 4 sampai 5 krib pemecah gelombang di beberapa titik.
Dia meyakini karena dilakukan oleh pihak yang ahli di bidangnya tentu sudah dilakukan kajian yang mendalam termasuk akan dampak yang ditimbulkan. “Intinya kami berharap dan mendukung penanganan abrasi ini bisa segera dilakukan agar tidak semakin parah,” pungkasnya. BWN-04

































