Jatim, baliwakenews.com
Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Bali bersama sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Dewan (Forward) DPRD Bali melaksanakan kunjungan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur (DP3AK Jatim), Selasa 7 Mei 2024. Kegiatan guna menggali informasi terkait keberhasilan Jatim dalam berbagai program kesetaraan gender.
Rombongan DPRD Bali yang dipimpin Kabag Persidangan Setwan DPRD Bali, I Gusti Agung Nyoman Alit Wikrama, diterima Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Jatim, Diana Rimayanti.
Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kasubag Tata Kepegawaian, Humas, Protokol Sekretariat DPRD Bali Kadek Putra Suantara, dan Ketua Forwad DPRD Bali Made Arnyana.
Pada kesempatan tersebut Kabag Persidangan dan Fasilitasi Fungsi DPRD Bali, I Gusti Agung Nyoman Alit Wikrama menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk menumbuhkan sinergisitas media dengan DPRD Bali sembari mencari kiat sukses program kesetaraan gender di Jatim.
“Lembaga legislatif sebagai pilar demokrasi punya tiga fungsi yakni legislasi, budgeting dan pengawasan. Sementara pers juga menjadi salah satu pilar demokrasi yang sama-sama menjaga aspirasi rakyat, ” ucapnya.
Lebih lanjut disampaikan, Bali memiliki Perda tentang Perlindungan Anak yang mana baru-baru ini DPRD Bali sudah rampung membahas Perda Pengarusutamaan Gender. Ini menunjukkan DPRD Bali konsen pada upaya perlindungan anak dan perempuan.
“Keseriusan kami terhadap perlindungan anak dan perempuan, sudah kami buktikan dengan Perda Pengarusutamaan Gender. Kunjungan kali ini relevan karena Jawa Timur sebelumnya memiliki gubernur perempuan dan banyak inovasi yang dilakukan terkait perlindungan anak dan perempuan,” tandasnya.
Dalam pemaparannya Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur (DP3AK Jatim), Diana Rimayanti menjelaskan, saat ini jumlah penduduk Jatim 42 juta. Yang mana jumlah penduduk perempuan 20,88 juta dan seperempat dari penduduk Jatim adalah anak-anak atau ada 10 juta anak-anak. Jatim terdiri atas 29 kabupaten dan 9 kota dengan 7.721 desa dengan keberagaman peta sosial budaya. Indeks Pemberdayaan Gender di Jatim terus meningkat dan terakhir di angka 91,85.
“Pemprov Jatim juga meraih 13 kali Anugerah Parahita Ekapraya dan diantaranya 5 kali kategori mentor, ” ungkapnya.
Indeks Pemberdayaan Gender ini menyangkut keterlibatan perempuan di politik, sumbangan pendapatan perempuan dan perempuan sebagai profesional. Dikatakan di Jatim, semua kabupaten/kota sudah mendapatkan penghargaan kabupaten/kota layak anak, dengan kategori minimal madya. Selain itu Indeks Perlindungan Anak dan Indek Perlindungan Khusus Anak tiap tahun juga meningkat.
Meski demikian jumlah kasus kekerasan terhadap anak meningkat, di tahun 2022 ada 1.362 kasus dan pada 2023 ada 1.531 kasus. Untuk kasus kekerasan terhadap perempuan di tahun 2022 ada 968 kasus dan pada 2023 ada 972 kasus.
“Jumlah kasus ini meningkat karena korban mulai berani melapor melalui layanan UPT Lapor Pak Tangkas Tuntas (Layanan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan). Dengan demikian pemenuhan hak-hak korban juga meningkat,” katanya.
DP3AK Jatim juga memiliki program bantuan spesifik untuk korban kekerasan untuk perempuan dan anak serta selalu memberikan edukasi dan literasi untuk mencegah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu ada program pembinaan kepada ojek online (ojol) perempuan dengan memberikan advokasi dan pembinaan serta pemberdayaan perempuan melalui berbagai pelatihan dan pembinaan kerohanian.
“Kami juga berikan pelatihan bela diri karena ojol perempuan ini rawan menjadi korban kekerasan saat narik ngojek di malam hari. Selain itu kami berikan konseling psikologi agar ojol perempuan ini bisa lebih beretika dalam melayani penumpang. Ada juga pembelajaran daring di bidang hukum, politik dan budaya kepada perempuan binaan, ” pungkasnya. BWN-03





























