Denpasar, baliwakenews.com
Dari kepedulian terhadap lingkungan yang terus dicemari sampah, Mahasiswi Universitas Warmadewa (Unwar) Ni Kadek Cintya Devi Lestari, meraih prestasi di tingkat internasional. Lewat project “Maggotech” yaitu untuk mengurangi dan mengelola limbah sampah organik, ia meraih 3rd Best Project Innovation dan Best Video Innovation dalam ajang Fully Funded Youth Program, Indonesia Youth Excursion Network (IYEN), 16-19 Januari 2024 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Ditemui di Kampus Unwar, Kamis 25 Januari 2024, mahasiswi semester 3 FISIP Unwar ini menuturkan untuk mengikuti program ini ia harus mengikuti sejumlah seleksi.
“Yang pertama ikut seleksi berkas, dan saya lolos. Untuk seleksi ke dua yaitu wawancara itu, saya tidak lolos. Jadi cuma dapat spesial funded, yaitu dapat potongan harga untuk pendaftaran kompetisinya, sedangkan untuk biaya keberangkatan ke Malaysia, Cintya disponsori oleh seorang rekan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dituturkan setelah melakukan pendaftaran, dalam program ini dibagi menjadi beberapa kelompok dan Cintya memilih kelompok divisi lingkungan karena ia ingin memajukan SDGS di bagian lingkungan. “Dari situ dibagilah tim-timnya, dan saya dapat rekan tim dari Kalimantan Timur, DKI, Jambi dan Jawa Timur. Setelah penentuan tim dari Desember kita persiapkan project-nya kita buat Project inovasi tentang Maggotech untuk pengelolaan sampah limbah organik,” tuturnya.
Selama proses tersebut dilakukan meeting setiap malam secara daring karena lokasi tim yang berbeda-beda. Baru tanggal 16 Januari 2024 anggota tim bertemu di Malaysia secara langsung. “Nah di Malaysia itu kita diajak untuk visit Universitas Malaya dan Universitas lain yang ada di Malaysia, selain itu kita visit ke perusahaan coklat yang ada di Malaysia, ke Petronas, selain itu juga diajak menonton culture yang ada di Malaysia. Nah usai visitasi itu kami meeting bersama tim untuk memantapkan project dan latihan presentasi,” kata Cintya memaparkan.
Melalui project tersebut Cintya bersama tim lingkungan mendapatkan 3rd Best Project Innovation dan Best Video Innovation dari 9 tim yang mengikuti program yang terbagi dalam divisi yaitu pendidikan, lingkungan, kesehatan dan ekonomi. Masing-masing tim terdiri dari 5 hingga 12 orang.
“Cintya satu-satunya dari Bali yang mengikuti program ini, ternyata seru juga. Banyak hal baru yang bisa dipelajari, termasuk kebudayaan yang tidak ada di Indonesia. Selain itu juga menambah wawasan dan tentunya menambah teman yang semuanya luar biasa,” tukasnya.
Kedepannya ia berharap kepada generasi muda khususnya mahasiswa Unwar, untuk tidak takut mencoba berbagai ajang kompetisi, atau program beasiswa yang banyak di tawarkan melalui media sosial. “Program apapun yang dapat menambah wawasan dan prestasi, patut untuk dicoba,” pungkasnya. BWN-03


































