Mangupura, baliwakenews.com
Wakil Ketua DPRD Badung, I Wayan Suyasa tidak henti-hentinya beryadnya untuk masyarakat. Pada Selasa (3/10), Politisi tiga periode menjadi DPRD Badung ini ikut ngerastiti Karya yang dilaksankan di Pura Luhur Giri Kusuma, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal. Dalam kesempatan tersebut dan sebagai bhakti kepada sesuhunan di pura tersebut, Suyasa menghaturkan punia sebesar Rp 10 juta. Hadir mendampingi anggota DPRD Badung, IGN Saskara serta sejumlah tokoh di Kecamatan Abiansemal.
Dalam kesempatan tersebut Wayan Suyasa mengatakan, pihaknya mengapresiasi karya yang dilaksankan oleh pengempon dan pengemong Pura Luhur Giri Kusuma. “Kami mengapresiasi kegiatan karya yang dilaksankan dengan tulus ikhlas, segalak seguluk salunglung sabayantaka dan karya ini sampun memargi antar sida sidaning don. Dumogi sesuhunan ida driki sareng sami ngaksi ring kauripan soang-soang,” ujarnya.
Lebih lanjut Ketua DPD Partai Golkar Badung ini mengatakan, selain ngrastiti bhakti dalam kesempatan ini, ada masukan juga dari bendesa adat Blahkiuh untuk dinas Kebudayaan Kabupaten Badung. “Terkait bantuan dana karya dari pemerintah diharapkan ada standarisasi serta seperti apa pembagian dana tersebut agar berjalan dengan baik. Kami bagian dari pemerintahan yakni di Legislatif Badung akan siap mengawal masukan masukan dari masyarakat khusunya di Badung, “paparnya.
Sementara Bendesa Adat Blahkiuh, IGA Ketut Sudaratmaja mengatakan, kegiatan ini adalah Karya Ngenteglinggih, Padudusan Agung dan Taur Balik Sumpah Utama dan sudah dilaksankan selama satu bulan. “Karya ini diawali pada tanggal 31 Agustus 2023 dan puncak karya dilaksankan pada 30 September 2023 lalu. Pura ini adalah Pura Khayangan Jagat yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung sejak tahun 2019 lalu sehingga jalanya upacara ini juga disupport oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Untuk biaya karya ini kami sudah mengajukan dana ke pemerintah sebesar Rp 2 miliar, namun turunya hanya Rp 700 juta. Banyak warga kami yang membandingkan karena sering melihat di media bantuan kegiatan upacara dari pemerintah berbeda-beda, padahal Pura Luhur Giri Kusuma merupakan Khayangan Jagat dan merupakan tanggung jawab Pemkab. Dan saya memberikan argumen ke masyarakat, berapa dibantu oleh pemerintah mari kita ikhlaskan. Untuk mengatasi kekurangan dana ini, kami lalu berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan dianggarkan melalui APBDes di anggaran perubahan,” ujarnya.
Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Badung ini juga berharap kepada Pemerintah khususnya di Dinas Kebudayaan agar status Pura Khayangan Jagat di Kabupaten Badung ada standar dalam penganggaran upacaranya. Begitu juga Pura yang berstatus khayangan desa seperti apa standar bantuannya serat pura lainya. “Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut membantu dan mepunia dalam karya yang dilaksankan ini. Hal ini sangat membantu dalam mensukseskan jalanya karya ini,” paparnya. BWN-05

































