Gianyar, baliwakenews.com
Kurangnya penjagaan pemain bertahan Bali United di menit-menit akhir membuat gawang Adilson Maringa akhirnya kebobolan. Padahal, Bali United telah leading jauh sejak Privat Mbarga mencetak gol di awal babak kedua.
Terengganu FC kemudian memanfaatkan kelengahan itu menjadi gol penyeimbang dan memaksa laga berakhir dengan skor 1-1.
Dengan hasil seri ini, Bali United masih kokoh di puncak klasemen Grup G AFC Cup 2023/2024 dengan meraih poin 4. Sementara Terengganu FC juga meraih poin yang sama, namun kalah selisih gol.
Kurang sabar. Itulah yang dilakukan Bali United di babak pertama. Setiap mendapat bola, selalu terbuang sia-sia saat melakukan build up. Sehingga peluang yang harus mengancam gawang Terengganu FC menjadi sirna.
Sebaliknya, Terengganu FC lebih solid. Aliran bola mereka terlihat padu. Tak ada kepanikan saat memegang si kulit bundar. Hanya finishing saja yang kurang, karena beberapa kali melenceng dari gawang.
Tapi ada juga beberapa peluang Terengganu FC yang mengancam. Adilson Maringa sampai pontang panting mengamankan gawang. Beruntung hingga 45 menit pertama, gawang Bali United masih belum bergetar.
Di babak kedua, Teco Cugurra kemudian memasukkan M. Rahmat yang menggantikan Irfan Jaya. Hasilnya cukup efektif dimana daya dobrak semakin intens.
Gol yang ditunggu-tunggu oleh publik Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar akhirnya tiba di menit ke-53. Berawal dari sepakan pojok, bola ditanduk Jajang Mulyana. Si kulit bundar kemudian jatuh di depan Privat Mbarga yang langsung disambarnya ke gawang. 1-0 Bali United unggul.
Setelah gol itu, Bali United tak mengendurkan serangannya. Bahkan kali ini Teco Cugurra memasukkan Jefferson Assis yang menggantikan Ilija Spasojevic. Tapi penyakit Bali United masih sama seperti di babak pertama. Build up serangan selalu patah karena terburu-buru serta panik harus melakukan shooting atau mengumpan kepada rekannya.
Sayangnya, keunggulan Bali United hanya bertahan sampai menit 84. Terengganu FC mampu menyamakan kedudukan lewat sontekan Muhammad Syahmi Zamri. Proses gol penyeimbang ini sama dengan gol Bali United.
Di menit 86, Bali United punya peluang besar untuk kembali unggul. Rahmat mendapat peluang matang di depan gawang. Tapi sayang sekali sepakan Rahmat yang berada di depan gawang mampu dimentahkan kiper Muhammad Syahrul Nizam.
Justru menjelang pertandingan berakhir, Bali United melakukan serangan sporadis. Berkali-kali pertahanan Terengganu FC dibuat pontang panting, tapi perjuangan Serdadu Tridatu untuk menambah skor terhenti oleh peluit panjang. Laga sengit ini berakhir sama kuat 1-1. BWN-06
































