Meru Tumpang Tiga dan Gedong di Pura Gunung Payung Terbakar

Iklan Home Page

Kutuh, baliwakenews.com

Krama Desa Adat Kutuh di kaget kan dengan kebakaran yang terjadi di Pura Dang Kahyangan Gunung Payung.

Domani sebuah meru tumpang tiga dan pelinggih gedong terbakar.

Petugas pemadam dibantu warga kesulitan memadamkan api karena atap meru tersbebut terbuat dari ijuk dan diikat kawat.

Setelah hampir 2 jam Lebih berjuang, alhirnya api secara tuntas bisa dipadmkan dengan cara membongkar atap pelinggih meru tersebut.

Menurut Bendesa Adat Kutuh, Nyoman Mesir, awalnya Jro Mangku di sana melihat ada asap  mengepul dan menyarankan salah seorang pekerja yakni Wayan Astawa untuk mengecek ke lokasi.

Baca Juga:  Badung Luncurkan Gerakan Tanam Cabai  

Awalnya mereka berupaya memadamkan api yang ada di tebing sebelah pura tersebut.

Namun setelah melihat ke atas ternyata api sudah melalap atap meru yang terbuat dari ijuk tersebut. “Begitu Saya sampai di lokasi, Saya suruh naik-naik dan bersama-sama mencoba memadamkan api yang melalap meru,” ujarnya Selasa 19 September 2023 sore.

Menurut Mesir, sebenarnya api yang di luar atap sudah bisa dipadamkan dengan bantuan 3 mobil pemadam yang diterjunkan ke lokasi.

“Ternyata di dalam atap masih ada api yang sulit untuk dijangkau dengan semprotan air petugas pemadam kebakaran. Karena selain atap ijuk yang tebal, atap Ini juga ditutup dengan kawat yang cukup kuat,” ungkapnya sembari menambahkan kalau hal ini dilakukan untuk menghindari dari aksi monyet  nakal yang kerap merusak atap dan getting bangungan di Pura tersebut.

Baca Juga:  DPRD Badung Desak Akses Khusus ke Pura di Sawangan, Hotel Terancam Dievaluasi

“Satu-satunya Jalan akhirnya atap ijuk meru tersebut kami bongkar untuk memastikan tidak ada lagi api yang tersembunyi,” ucapnya.

Dia Menduga api tersebut bersumber dari dupa sisa upacara yang dibuang ke sebelah tebing. Atau bisa saja mungkin korek yang dibuang ke tebing dan meledak sehingga apinya naik. Tapi yang jelas ini bukan kesengajaan,” tegasnya sembari mengungkapkan untuk sementata kerugian fisik akibat kejadian tersebut  ditaksir sekitar Rp 300 juta Lebih belum termasuk upacara.

Baca Juga:  Musda Golkar Badung, Suyasa Terpilih Aklamasi

Sebagai tindaklanjut dari musibah ini, pihaknya di desa adat akan segera melakukan upacara. Namun untuk jangka pendek terlebih dulu akan dilakukan Upacara Guru Piduka atas musibah tersebut. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR