Mangupura, baliwakenews.com
Jelang perayaan pergantian tahun, meriam spiritus rakitan marak dimainkan oleh anak-anak. Permainan tersebut sangat meresahkan masyarakat karena berbahaya dan bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas karena dimainkan di pinggir jalan raya.
Sejumlah warga Desa Mengwi, Badung melaporkan maraknya meriam spiritus rakitan yang dimainkan anak-anak dan remaja. Masyakarat resah karena suara ledakan yang ditimbulkan cukup keras. Selain itu dimainkan di pinggir jalan dan bahkan sengaja diarahkan ke pengendara. “Kami menerima aduan terkait maraknya permainan meriam spiritus. Kami akan tindak tegas dan segera melakukan operasi. Meriam tersebut akan kami sita ke Polsek Mengwi,” kata Kapolsek Mengwi Kompol Nyoman Darsana, saat menggelar Jumat Curhat di Subak Ujung, Desa Adat Mengwi, Banjar Pengiasan, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Badung, Jumat (30/12).
Darsana mengatakan, sejatinya warga sudah mengingatkan kepada para remaja dan anak-anak yang bermain meriam rakitan itu, namun permintaan warga tidak dihiraukan. “Kami suruh warga melapor jika melihat anak-anak main meriam rakitan itu. Akan kami tindak lanjuti. Selain membahayakan orang lain, permainan itu sangat berbahaya bagi penggunanya,” tegasnya.
Selain mendengar keluhan masyarakat, Polsek Mengwi juga mendapatkan dukungan dan apresiasi terkait kinerja serta pelayanan terhadap masyarakat. “Kami juga berbagi sembako ke masyarakat untuk meringankan beban mereka jelang Hari Raya Galungan,” tegasnya. BWN-01
































