Denpasar, baliwakenews.com
Sanggar Sabda Kencana Sakti, Banjar Anyar – anyar, Desa Ubung Kaja, Denpasar, berkomitmen mencetak generasi pewaris budaya khususnya gender wayang dan rindik. Penggagas Sanggar Sabda Kencana Sakti, I Ketut Gede Antara, ditemui di sela-sela ujian kenaikan tingkat Gender Wayang dan Rindik, Minggu 11 Agustus 2022, di Taman Lumintang Denpasar.
Ketut Antara mengatakan ujian kenaikan tingkat untuk mengevaluasi perkembangan anak-anak selama belajar gender wayang, dan sekaligus untuk melestarikan seni budaya yang ada di Bali. “Karena seni itu bagai pilarnya Bali, tanpa seni, adat, dan budaya tidak ada wisatawan yang akan berkunjung ke Bali, ” ucap Ketut Antara, lanjut mengatakan ujian kali ini diikuti 107 siswa, 15 orang mengikuti ujian Rindik dan 92 orang ujian Gender Wayang.
Dituturkan, keinginan untuk melestarikan seni dan budaya membawa Ketut Antara mendirikan Sanggar Sabda Kencana Sakti pada tahun 2005. “Sabda Kencana Sakti memiliki arti sabda berarti suara, kencana berarti emas, sakti yaitu kejayaan. Jadi artinya suara emas yang berjaya, ” tuturnya.
Lebih lanjut diceritakan sebagai penabuh, Saat itu ia merasa sangat susah mencari penabuh Gender Wayang. “Jadi tiang punya keinginan tersendiri untuk mencetak penabuh gender, sehingga yang katanya susah itu ternyata kalau sudah belajar pasti bisa, ” tukasnya.
Ketut Antara merasa senang karena minat generasi muda terhadap Gender Wayang cukup tinggi. “Sebelum covid peminat Gender Wayang sangat tinggi, namun karena covid di lakukan pembatasan kegiatan masyarakat sempat redup sebentar. Sekarang sudah boleh melakukan berbagai kegiatan, sehingga anak – anak sangat antusias untuk mengikuti pelatihan gender dan melestarikan seni dan budaya ini, ” ungkapnya.
Saat ini Sanggar Sabda Kencana Sakti memiliki siswa 120 anak di sanggar 1 dan di sanggar 2 ada 70 anak. Sementara alumni sanggar dari tahun 2005 itu aada sekitar 4000- an anak yang pernah telah dicetak untuk menjadi penabuh gender.
Bercerita tentang melatih anak, dikatakan kesulitannya kalau anak – anak tidak rutin berlatih. “Kalau sudah rutin biasanya anak – anak cepat menguasai lagu, karena jaman sekarang tidak ada anak- anak bodoh seperti jaman dulu. Yang jelas kuncinya adalah rajin latihan, ” katanya.
Bila siswa rutin latihan maka dalam waktu 3 bulan bisa menguasai 3 lagu. Meski diakui tabuh tidak ada yang sulit, namun memang ada tingkat kerumitan yang berbeda. Bagi pemula akan diberikan tabuh yang sederhana.*BWN-03

































