Denpasar, baliwakenews.com
Bali terobsesi menjadi daerah percontohan yang perdana menerapkan pilkada hijau atau green election. Yang paling menonjol dari konsep ini, yakni kampanye akan dipusatkan dalam kanal digital seperti videotron, sosial media dan pesan berjejaring.
Demikian dikatakan Ketua KPU Provinsi Bali, Dewa Agung Gede Lidartawan saat ditemui Selasa (24/6) di kantornya. “Green election itu tanpa baliho (plastik). Ini sudah disetujui dalam Rapimnas 2019 lalu. Jadi kampanye tidak lagi pakai plastik,” ungkap pria asal Bangli ini.
Kata dia, konsep ini juga telah disepakati bersama calon-calon pemimpin daerah di enam kabupaten/ kota yang menyelenggara Pilkada serentak 2020, Desember mendatang. Untuk itu, dia bertekad bahwa Bali dapat menerapkannya di masa pandemi Covid-19.
“Kita harus mencetak sejarah di Bali, green election dimulai dari Bali. Calon pemimpin sudah sepakat,” ungkapnya. Pihaknya mendorong para calon-calon pemimpin menggunakan kanal digital seperti video berdurasi pendek yang berisikan profil calon.
Konsep itu dipandangnya lebih efektif, karena terjadi komunikasi yang lebih dekat, tinimbang Alat Pengenal Diri (APD) berupa baliho yang minim komunikasi. Selain itu, konsep ini juga memudahkan kerja Panitia Pemilihan Kecamatan dan Bawaslu untuk memantau potensi pelanggaran.
Dia mengaku optimis, bahwa para calon pemimpin nantinya dapat mengkoordinir pendukungnya untuk ikut menyukseskan program green election tersebut. Apabila tidak, ini tentu akan menjadi preseden buruk terhadap citra calon pemimpin daerah.
“Tentu ada sanksi jika melanggar. Tapi tim kampanye harus bisa diakomodir. Dukungan sebaiknya disalurkan melalui suara saat pencoblosan. Bali harus terpelajarkan, saya yakin masyatakat pintar. Apalagi beberapa kali kasus dalam Pilkada, telah mendewasakan kita,” pungkasnya. BW-06

































