Kutuh, baliwakenews.com
LPD Desa Adat Kutuh Sabtu (10/9/2022) menggelar Metatah Massal bertempat di kantor LPD setempat. Kegiatan ini diikuti 50 krama yang memiliki anak-anak remaja. Metatah Massal tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Puncak Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih Padudusan Alit Weraspati Kalpa di Parahyangan LPD Desa Adat Kutuh.
Bendesa Adat Kutuh, Nyoman Mesir memaparkan LPD adalah milik krama Desa Adat Kutuh. Karenanya krama memilki hak dan tanggungjawab terhadap keberadaan LPD ini. Selain itu LPD harus memperhatikan krama dari anak-anak hingga tua. Hal ini sudah ditunjukan dengan membantu krama lewat kegiatan metatah massal dalam puncak karya tersebut. “Tujuannya adalah agar meringankan beban krama.
Karena LPD tidak harus hanya berkutat pada mencari keuntungan, namun juga membantu krama dalam melaksanakan kewajiban mereka dalam melaksanakan Yadnya,” saran mantan anggota Dewan Badung terssebut sembari berharap kepada LPD semoga lebih maju lagi ke depannya sehingga bisa lebih mempwrhatikan dan membantu krama Sementara itu, Kepala LPD Kutuh Wayan Tirka memaparkan, Karya Ngenteg Linggih tersebut merupakan yang pertama dilakukan di LPD Kutuh sejak berdiri tahub 1998. “Kami bersyukur setelah sekian tahun beridiri kali ini bisa melaksanakan Karya Memungkah, Ngenteg Linggih dan Pedudusan Alit Wraspati Kalpa ini,” ujarnya.
Dimana pada Puncak Karya dirangkai dengan Metatah Massal yang melibatkan 50 peserta. Adapun tujuannya kata dia terkait dengan kewajiban Yadnya yang dilakukan pihakhya di LPD yang meliputi 3 aspek. Yakni Dewa Yadnya, Pitra Yadnya dan Manusia Yadnya. “Metatah Massal ini sepenuhnya dibiayai oleh LPD atas persetujuan Prajuru Desa Adat,” imbuhnya. Kebetulan LPD Kutuh setelah sekian tahun berdiri belum pernah melakukan metatah massal. “Bahkan mungkin di Badung baru LPD Kutuh yang melakukan hal ini,” ungkapnya.
Program Metatah Massal ini dipastikannya akan dilaksanakan secara berkelanjutan ke depannya bersinergi dengan desa adat. Bahkan ditegaskannya pihaknya dari LPD Kutuh akan senantiasa hadir di setiap kegiatan upacara yang dilaksanakan di desa adar Kutuh. Seperti dalam pelaksanaan Ngaben Massal dan kegiatan adat lainnya. “Harapan kami selaku pengelola LPD hal ini bisa dilaksnakan berkesinambunngan. Apalagi Pandemi sudah mereda dan ekonomu mulai bangkit,” paparnya.
Tirka berharap ke depan siapapun yang menjadi penerus pengelola LPD program ini dilaksanakan berkelanjutan. Apresiasi dan harapan juga disampaikan Perbekel Kutuh, Wayan Mudana. Menurutbya LPD Kutuh selama ini sudah berjalan dengan baik bahkan bisa membantu kegiatan metatah massal. “Harapan kami LPD ke depan semakin maju dan program yang dilaksnaakan berjalan dengan lancar,” imbuhnya.
Ketua Panitia Karya, Ketut Gita mengaku bersyukur karena sejauh ini tahapan Karya sudah berjalan dengan lancar. Diawali uoacara Negtegin Karya, Mecaru Rsi Gana Wraspati Kalpa dan mendem pedagingan yang dipuput Ida Sulinggih. Sedangakan untuk Puncak Karya tersebut dupuput tiga sulinggih. Sebelumnya Upacara Melasti ke Segara juga sudah berjalan dengan baik. Selanjutnya dilakukan Penganyaran 2 kali dan tanggal 13 dilaksnakan Nyegara Gunung dan Nyineb. “Kami selaku panitia menyampaikan terimaksih banyak atas dukungan krama, Jro Bendesa Adat serta prajuru dan pera Kelian banjar. Dan utamanya Para sulinggih pemuput Karya sehingga sudah berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
Acara yang dimulai sejak pagi tersebut mendapat sambutan antusias krama yang memadati lokasi kegiatan di areal LPD Desa Adat Kutuh. BWN-04

































