Bualu, baliwakenews.com
Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Pengadian Kepada Masyarakat (PKM) 2022 di Banjar Bualu, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel). Dalam PKM tersebut Unwar membantu membuat desain Perencanaan dan Perancangan Gedung Bale Banjar Bualu. Pemaparan tentang desain Perencanaan dan Perancangan Bale Banjar Bualu dilaksanakan Selasa (26/7) malam bertempat di Balai Banjar setempat.
Hadir sebagai narasumber dosen Unwar I Putu Gede Wahyu Satya Nugraha didampingi I Gede Surya Darmawan dan I Gusti Agung Gede Nodya Dharmastika serta beberapa mahasiwa Unwar. Para dosen tersebut berasal dari dua disiplin Ilmu yakni Arsitektur dan Sipil. Kegiatan ini juga dihadiri Kaling Bualu Nyoman Kariana Wirawan dan Kelian Banjar Bualu Made Darma serta Prajuru Banjar dan Tokoh Masyarakat.
Dalam paparannya, Wahyu Satya Nugraha mengatakan PKM tersebut merupakan tugasnya sebagai seorang dosen di Unwar. Dipilihnya Banjar Bualu karena merupakan tempat yang terdekat dimana dirinya berasal dari Bualu. Selain itu juga prajuru Banjar ada keinginan merenovasi banjar tersebut. “Tyang langsung memberikan perencanaan dan perancangan banjar ini. Semoga ini bisa membantu nantinya proses pengajuan proposal atau penggalian dana ke Pemerintah atau badan-badan lainnta yang bisa memberikan donasi dalam pembangunan banjar nantinya,” ujarnya mengawali pemaparannya.
Dalam kesempatan tersebut dia juga memaparkan, latar belakang kenapa dilakukan renovasi. Pertama karena umur bangunan bale banjar yang ada saat ini melebihi 30 tahun. Selain itu juga sudah terjadi kerusakan dan jika dibiarkan akan berbahaya terhadap kemungkinan terjadinya roboh dan sangat riskan saat terjadi gempa bumi. Kedua, karena kebutuhan ruang. Dimana dia sempat melakukan diskusi kecil dengan kaling dan kelian dimana ada kebutuhan ruang saat digelar upacara keagamaan. Desain yang dibuatnya tersebut memfasilatsi kegiatan keagamaan di pura Semer Kembar. Selain itu juga untuk adanya pemasukan tambahan atau Pasif income yang nantinya ada fasilitas ruko menunjang kegiatan perekonomian di banjar bualu. Selain perencanaan desain arsitektur juga dipaparkan RAB terhadap pembangunan Bale Banjar tersebut. “Desain ini berupa konsep bisa dilanhutkan ke gambar konstruksi yang lebih mendetail kalau sudah ada anggaran,” ungkapnya.
Sedangkan untuk RAB sebagai panduan awal untuk bayangan kira-kira terhadap anggaran yang diperlukan dalam membangun banjar tersebut. “Konstruksinya nantinya akan dilakukan penghitungan RAB ulang karena akan ada perubahan dari sisi harga material saat dilakukan pembangunan,” imbuhnya.
Lebih jauh dipaparkannya secara umum desain pembangunan bale Banjar Bualu untuk di lantau satu, akan ada wantilan di timur sebagai areal terbuka serbaguna. Selain untuk keagamaan juga untuk kegiatan masyarakat. Kemudian akan dibangun ruko yang diharapkan memberikan masukan tambahan yang rencananya disewakan untuk masyatakat luar atau masyarakat bualu. Nantinya akan ada 4 buah ruko yang dibangun terkoneksi dengan trotoar dan jalan biar gampang dilihat pengunjung.
Sebelah ruko ada pintu masuk dan di sebelahnya ada bale kulkul berdampaingan dengan akses tangga menuju lantai 2. Di belalang balai kulkul ada ruang kantor untu kelian banjar, kaling dan STT serta tempat arsip 4. Dilanjutkan di sebelahnya ada toilet dan dapur. Sedangkan di sisi utaranya ada tempat penyimpanan gambelan terkoneksi ke belakang panggung dan di tengahnya ada ruang serbaguna untuk rapat kecil 10 x10 meter.
Sementara itu untuk di lantai 2, lanjut dia bale gong serbaguna tempat untul jika ada upavara digunakan bersembahyang dan puranya ada di “kaje kangin”. Sedangkan Bale daje yang ada akan direlokasi dan balenya yang ada digunakan kembali. Di lokasi ini akan digunakan sebagai temoat pesantian. “Baratnya semi permanen cadangan jika masyarakatnya membludak bisa sebagai ruang peneduh dan tengah ada natah,” bebernya.
Sedangkan untuk estimasi biaya dari pembangunan bale banjar tersebut totalanya sebesar Rp 5.885.000.000 “Setelah revisi kami akan membuat RAB lebih detail. Ini sebagai gambaran dan pembangunan bisa dilakukan secara bertahap,” ujarnya sembari mengharapkan adanya saran dan masukan dari desain yang dikonsepkannya tersebut. Pemaparan tersebut mendapat sambutan antusias Prajuru Banjar yang hadir dalam pertemuan tersebut. Beberapa masukan dan pertanyaan juga disampaikan para peserta. BWN-04

































