Mengwi, baliwakenews.com
Untuk memebrikan kenyamanan uamat dan pemedek yang tangkil ke Luhur Ratu Mas Sakti Pantai Segara Seseh, Desa Adat Seseh, Cemagi, Kecamatan Mengwi, dalam waktu dekat ini, Puri Ageng Mengwi akan melaksanakan renovasi (pemugaran) seluruh pelinggih termasuk penataan areal suci pelinggih luhur Ratu Mas Sakti. Pemugaran pelinggih ini diawali dengan acara matur piuning yang akan dilaksanakan Senin (18/7) mendatang bertempat di pelinggih luhur Ratu Mas Sakti. Hal ini diungkapkan Pangelingsir Puri Ageng Mengwi, Anak Agung Gde Agung saat memaparkan kondisi Panggih Luhur Ratu Mas Sakti di Pantai Seseh tersebut, Selasa (12/7).
Menurut Bupati Badung Ke 11 ini, rencana renovasi pelinggih dan penataan areal suci ini telah dimulai dengan tahapan paruman antara Puri Ageng Mengwi dengan Bendesa Adat dan prajuru Desa Adat Seseh. Pertemuan dilaksanakan di Puri Ageng Mengwi yang dipimpin Pengelingsir Puri Ageng Mengwi, Anak Agung Gde Agung. Dalam paruman tersebut telah disepakati rencana renovasi pelinggih luhur Ratu Mas Sakti. Tahapan renovasi akan dimulai dari acara matur piuning Senin (18/7) mendatang, Nyukat karang ring tegalan (genah dapur, pesanekan dll) pada Rabu (20-7-22), Nyepih/Mecaru dan Nyakap Kamis (21/7), Nuntun Ida Bhatara ring utama mandala dan mulang dasar ring madya Sabtu (23/7), Nyukat ring utama mandala Minggu (7/8) dan Mulang dasar ring utama mandala dilaksanakan, Rabu (10/8). “Jadwal ngaturan yasa akan dimulai pada hari Minggu (24/7) sampai dengan Selasa (11/10) yang akan diambil oleh 8 puri pesemetonan Puri Ageng Mengwi, yaitu : Puri Gede, Puri Selat, Puri Anyar, Puri Mayun, Puri Kapal Kaleran, Puri Banyuning, Puri Kamasan, dan Puri Muncan. Selanjutnya aturan yasa akan dilanjutkan oleh Desa Adat Seseh,”ujar Gde Agung.
Lebih lanjut anggota DPD RI utusan Bali ini mengatakan, Pelinggih Luhur Ratu Mas Sakti ini merupakan amongan (tanggungjawab) Puri Ageng Mengwi yang didukung Desa Adat Seseh selaku pengemong karena berada di wewidangan Desa Adat Seseh. “Terkait pemugaran pelinggih dan penataan areal pelinggih, sangatlah segera dilaksanakan , karena kondisi meru yang ada sudah harus diganti seperti atap sudah tipis , kayu-kayu bataran yang ada sudah mulai rapuh. Selain itu areal pura sudah tidak memungkinkan dan harus diperluas apalagi dengan banyaknya pemedek yang hadir saat piodalan. Perlu juga dibangun bale pesanekan, dapur, Toilet,”terangnya.
Gde Agung juga merinci pelinggih yang akan direnovasi sebanyak tujuh buah, terdiri dari 1 buah Meru tumpang 11, gedong alit 2 buah, paruman 2 buah, pepelik 1 buah, bale gong 1 buah. Selain itu perluasan areal suci pelinggih kurang lebih 2 meter ke selatan serta meninggikan halaman pura kurang lebih 30 cm sampai 40 cm. Sumber dana pembangunan pelinggih ini di back up sepenuhnya oleh Penglingsir Puri Ageng Mengwi beserta Asta Puri Ageng Mengwi, serta Desa Adat Seseh.”Renovasi ini diperkirakan selesai pada bulan Desember tahun 2022. Nantinya akan dilanjutkan dengan upacara pemelaspas alit sekitar bulan Januari 2023 dan Pada tanggal 24 Mei 2023 bertepatan dengan rahina Pagerwesi yang merupakan hari Piodalan Ida Bhatara Akan dilaksankan upacara pemelaspas Ageng,”paparnya . BWN-05


































