Denpasar, baliwakenews.com
Sejumlah orang yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali menggelar demo di kawasan Renon, Denpasar, pada Selasa (10/5) pagi. Aksi belasan mahasiswa Papua itu dijaga ketat polisi dan sempat dihalau pecalang.
Jubir Petisi Rakyat Papua Wilayah Bali, Mizkhy Weya mengatakan, demo yang digelar untuk menuntut otonomi khusus jilid dua. Dan menolak rencana pemerintah melakukan pemekaran beberapa provinsi di Papua. “Hentikan praktik pelaksanaan otonomi khusus jilid dua dalam kebijakan UU nomor 2 Tahun 2021. Hentikan produk hukum pemekaran yang dilaksanakan atas nama pembangunan dan kesejahteraan terhadap orang Papua,” ucapnya.
Tak hanya itu, Mizkhy Weya juga meminta pemerintah Indonesia memberikan akses internasional untuk jurnalis independen datang ke Papua dan menginvestigasi segala bentuk kejahatan kemanusiaan di tanah Papua. “Cabut UU Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001. Hentikan politik pecah belah di Papua. Tarik militer organik dan non-organik dari seluruh tanah Papua,” bebernya.
Mizkhy Weya juga meminta akses Palang Merah Internasional ke Papua untuk memberikan akses pelayanan kesehatan terhadap 67 ribu pengungsi, di kabupaten Nduga, Intan Jaya, Puncak Papua, Pegunungan Bintang, Maybrat dan Yahukimo. “Kami meminta semua tahanan politik asal Papua agar dibebaskan oleh pemerintah Indonesia,” tegasnya.
Beberapa tuntutan lain juga diucapkan dalam demo tersebut. Dan demo itu dikawal ketat oleh Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Timur. Selain itu pecalang desa setempat juga ikut melakukan pengamanan. BWN-01


































