Soal Bupati Ideal di Badung, Begini Kata Suyasa

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 direncanakan berlangsung Desember mendatang. Dari enam daerah di Bali, Badung salah satu kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupetan Badung, Wayan Suyasa mengatakan ini menjadi momentum menuju Badung yang lebih baik. Untuk itu, masyarakat harus bijak dalam memilih pemimpin.

Terkait kriteria Bupati ideal di Kabupaten Badung, ia berpendapat Badung butuh pemimpin yang visioner untuk merancang pengelolaan Badung dalam jangka panjang.

Baca Juga:  DJP Lakukan Percepat Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak

“Sumber daya manusia, masyarakat Badung kita kelola, artinya sekarang dikasi ikan begitu besar, (namun) hanya sesaat. Kita inginkan kail atau penangkap ikan, kita berikan kepada masyarakat sehingga bisa dikelola,” ujarnya saat ditemui Rabu (27/5) di Denpasar.

Plt. Ketua DPD Golkar Kabupaten Badung ini menilai, saat ini Badung mampu memberdayakan potensi diluar pariwisata. Kendati sektor pariwisata mengantarkan Badung sebagai daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi di Indonesia, namun dalam jangka panjang Badung harus punya sumber PAD alternatif.

Baca Juga:  Sepanjang Agustus, Penumpang di Bandara Capai 2 Juta Lebih

Sektor pertanian dan perkebunan dinilainya sangat potensial. Menurut Suyasa, Badung masih punya banyak lahan produktif yang sebagaian besar tersebar di Kecamatan Petang, Abiansemal dan Mengwi.

“Itu yang perlu kita garap pihak ketiga. Dalam konteks pariwisata tetap kita utamakan, tapi mengedepankan pertanian dalam arti luas seperti perkebunan dan peternakan,” sambung pria yang juga Ketua Dewan Pengurus Daerah Golkar Kabupaten Badung.

Ia menambahkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Badung masih berkutat dalam skema pengelolaan anggaran jangka pendek. Menurutnya, itu ditandai dengan pemanfaatan anggaran yang diberikan kepada masyarakat tanpa memperhitungkan adminitrasi keuangan.

Baca Juga:  Hantam Turis Lawan Arus, Pemotor Tewas di Pecatu

Dampaknya, kata dia, Badung tidak memiliki anggaran cadangan yang memadai dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjalankan program pemerintah. Disambungnya, kon disi tersebut sangat dirasakan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. BW-06

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR