Kutsel, baliwakenewa.cok
Desa Adat Bualu berkomitmen untuk terus melestarikan ada dan Budaya Bali, termasuk Bahasa Bali. Sebagai Desa Penyangga Pariwiaata tentu tantangannya tidaklah ringan. Karenanya melalui Bulan Bahasa Bali IV, Desa Adat Bualu kembali menggelar beberapa lomba berbahasa Bali, Minggu (20/2).
Diantaranya lomba menulis atau Nyurat Aksana Bali, Membaca atau Ngewacen Akasara Bali serta Mesatua atau Bercerita dalam bahasa Bali. Menariknya kegiatan ini mendapat antusias warga yang diikuti dari anak-anak SD, para remaja atau Yowana serta Ibu-Ibu PKK Se-Desa Adat Bualu.
Sedangkan Dewan Juri berasal dari tokoh setempat yang mengetahui tentang Sastra Bali dan penyuluh Bahasa Bali dari Pemprop Bali. Kegiatan yang mengambil tempat di Balai Banjar Bualu dan Balai Desa Adat Bualu ini dibuka oleh Bendesa Adat Bualu, Wayan Mudita.
Ketua Panitia Lomba tersebut, Made Nuryana, S.T, mepaparkan, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan untuk lomba kali ini. diawali dengan rapat pada tanggal 23 Januari 2022 membahas terkait teknis pelaksanaan lomba tersebut. Adapun lomba tersebut yaitu, lomba Nyurat Aksara Bali tingkat SD, membaca Aksara Bali tingkat remaja atau Teruna serta Mesatua Bali yang diikuti Paiketan Istri (pakis) atau PKK desa adat Bualu.
Untuk mematangkan saat tampil, sebelum lomba, peserta mendapat pembekalan dan pembinaan dari lembaga penyuluhan Bahasa Bali dari Propinsi Bali. Adapun untuk tim juri ada dua kelompok yaitu, 3 orang dari Bualu sendiri dan 3 dari penyuluh Bahasa Bali dari Pemprop Bali. Karena di desa adat Bualu juga ada tokoh yang mengerti tentang Susastra Bahasa Bali.
Dipaparkannya lebih jauh untuk peserta Nyurat Aksara Bali dan Ngewacen atau Membaca aksara Bali diikuti oleh 6 Banjar, sedangkan Mesatua Bali diikuti 7 Banjar dengan total peserta sebanyak 19 orang. Sedangkan untuk hadiah pihaknya di Panitia menyiapkan dana motivasi untuk juara 1 Rp 500 Ribu, juara 2 Rp 400 ribu dan juara 3 Rp 300 ribu ditambah trophi dan sertifikat. Selain itu pihak desa adat juga memberikan dana motivasi untuk ke semua peserta untuk memompa semangat mereka dalam lomba ini.
Bendesa Adat Bualu, Wayan Mudita, Tampilnya para ibu-ibu PKK ini dalam upaya menjaga kelestarian adat dan budaya Bali,utamanya sastra Bali. Pihaknya di Desa Adat Bualu kali ini memang menggelar lomba Bulan Bahasa Bali IV yaitu Lomba Nyurat Aksara Bali tingkat SD, Lomba Membaca Aksara Bali tingkat Remaja atau Sekaa Teruna serta lomba Mesatua Bali yang diikuti Ibu-Ibu PKK Desa Adat Bualu. Dimana anggaran dari kegiatan tersebut bersumber dari Pemprop Bali.
“kegiatan ini sangat positif dalam melestarian adat dan budaya Bali dan memang menjadi kewajiban Desa adat seluruh Bali,” ujar Mudita sembari mengapresiasi langkah Pemprop Bali ini karena memiliki tujuan mulia agar anak-anak di Bali tahu tentang pelestarian adat utamanya Bahasa Bali melalui lomba-lomba tersebut.
Karenanya dia memberikan apresiasi kepada Gubernur Bali dan pemerintah propinsi Bali yang sudah melaksanakan kegiatan ini dan berjalan dengan baik di Bali dan Desa adat di Bali. Di bagian lain dia juga berharap kepada MDA Propinsi Bali, Kabupatan dan Kecamatan agar menjadikan Lomba Bulan Bahasa Bali sebagai kalender event tetap tahunan ke depannya. Sebab dinilainya. sangat bermanfaat bagi anak-anak dan generasi muda ke depannya. Dia juga mengimbau kepada masyarakat Bualu untuk senantiasa melestarian Bahasa Bali sebagai Bahasa Ibu. Di samping tentunya juga mempelajari Bahasa lainnya sebagai desa penyangga daerah pariwisata. Sebab tidak dipungkirinya sebagai Desa penyangga pariwisata tentu tantangan pelestarian adat dan budaya Bali Ini cukup tinggi. “Karenanya kami senantiasa Mengajak dan mengimbau krama agar jangan lupa dengan Bahasa Bali sebagai bahasa Ibu, di samping juga mengenal bahasa lainnya sebagai komunikasi di daerah pariwisata,” pungkasnya. BWN-04
































