Denpasar, baliwakenews.com
Bali boleh berbangga dengan prestasi di PON XX/2021 di Papua lalu. Dengan meraih 28 emas, 25 perak dan 53 perunggu dari 29 cabang olahraga yang diikuti, Bali mencatatkan sejarah dengan bercokol di posisi lima besar nasional. Raihan yang tentunya patut dibanggakan oleh masyarakat Bali dalam dunia olahraga.
Sosok yang dielu-elukan dan dianggap berjasa di Papua itu pasti merujuk ke satu orang. Ya, I Ketut Suwandi selaku Ketua Umum KONI Bali. Tapi Ketut Suwandi sendiri mewanti-wanti dan menegaskan bahwa kesuksesan itu bukan semata-mata oleh dirinya, melainkan kerjasama semua pihak dari cabang olahraga, pihak swasta hingga pemerintah. Bahkan, di balik itu semua, Suwandi menilai masih ada banyak kekurangan yang patut di benahi untuk menatap masa yang akan datang agar lebih baik dari sekarang.
“Kita patut berbangga dengan prestasi ini, tapi masih kita lihat ada kekurangan. Kita semua harus gentle mengakui kekurangan di balik kesuksesan ini. Jangan pernah merasa bangga karena tantangan ke depan justru semakin berat,” tegas I Ketut Suwandi saat diskusi bertajuk ‘Evaluasi Hasil PON XX/2021 di Papua menuju Bali Sukses PON XXI/2024’ di Hotel Neo Denpasar, Rabu (29/12).
Suwandi mengatakan seperti itu dihadapan perwakilan cabang olahraga yang tampil di PON Papua. Semua bertukar pikiran dengan diskusi tanya-jawab terkait keluhan serta apa yang diharapkan untuk ke depannya. Diskusi juga diperkuat dengan hadirnya Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Nyoman Adiputra yang menjelaskan tentang gagasan serta teori tentang Iptek dan kesehatan di dunia olahraga.
Suwandi menambahkan, tantangan Bali ke depan jauh lebih berat untuk menghadapi PON XXI/2024 Aceh-Sumut. “Kemajuan yang ada dan kita raih bersama sekarang tak terlepas dari Iptek. Bagaimana kita melangkah tanpa didasari perencanaan matang dengan mengadopsi ilmu pengetahuan,” tandasnya. BWN-06































