Gianyar, baliwakenews.com
Tingkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi sebagai penentu dalam kualitas sumber daya manusia, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan pengabdian di Kecamatan Payangan, Gianyar. Mitra pada pengabdian ini merupakan kelompok keluarga binaan Program Community Oriented Medical Education 1000 Hari Awal Kehidupan (COME 1000 HAK) di Kecamatan Payangan, Gianyar.
Ketua Tim PKM Unwar, dr. Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini, M.Si., memaparkan ketahanan pangan merupakan salah satu permasalahan global yang berkaitan dengan kelangsungan hidup manusia. Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 tahun 2015, ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi dan merata.
Keluarga binaan Program COME 1000 HAK merupakan ibu hamil dan keluarga yang didampingi selama 1000 hari sejak awal kehamilan ibu sampai anak berusia kurang lebih dua tahun. Dalam pendampingan ini meliputi pendampingan masa kehamilan dan persalinan ibu, bayi baru lahir, dan anaknya sampai berusia dua tahun.
“Mitra yang kami dampingi berjumlah 10 keluarga binaan. Berdasarkan wawancara dengan beberapa keluarga, terdapat dua permasalahan prioritas yang dirasakan oleh mitra, yaitu permasalahan kesehatan dan ekonomi, ” terang didampingi Ir. I Wayan Sudiarta, M.P. dan dr. Rima Kusuma Ningrum, MMedEd.
Lebih lanjut dikatakan, semakin tinggi pengetahuan gizi ibu dan pendapatan keluarga maka konsumsi pangan balitanya juga semakin baik. Berdasarkan permasalahan prioritas pada mitra yaitu aspek kesehatan gizi, pengetahuan keluarga binaan yang kurang mengenai konsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman.
“Permasalah kesehatan meliputi ibu hamil dan anak balita tidak mendapatkan makanan dengan gizi seimbang karena ibu hamil dan ibu balita tidak memiliki pengetahuan mengenai makanan dengan gizi seimbang, ” ungkapnya.
Sedangkan permasalah ekonomi meliputi kemampuan ekonomi ibu dan keluarga yang semakin menurun, ditambah dengan kondisi pandemi saat ini. Untuk itu diperlukan kemampuan ibu dan keluarga dalam penyediaan pangan sendiri untuk membantu pemenuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan ibu dan keluarga. Solusi dalam penyediaan pangan tersebut, salah satunya berupa pembudidayaan tanaman karang kitri, namun ibu dan keluarga tidak mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sarana untuk budidaya karangkitri,” katanya.
Untuk mengatasi dua persoalan tersebut Tim PKM Unwar pada 8 Juli 2021, telah melakukan penyuluhan mengenai konsumsi makanan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) dan budidaya tananam karangkitri, serta pelatihan keterampilan kepala keluarga binaan tentang cara budidaya tananam karangkitri dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.
“Keluarga binaan/ Mitra juga kami berikan alat dan bahan untuk membantu mereka dalam budidaya tanaman karangkitri. Pelatihan dan pendampingan kami lakukan secara berkelanjutan disertai monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala setiap bulannya kepada mitra sesuai dengan form yang telah disiapkan dan dilakukan oleh tim PKM, ” papar Dewa Ayu Astini.
Dengan penyuluhan dan pembinaan yang dilakukan, pihaknya berharap dapat meningkatkan pengetahuan keluarga binaan tentang makanan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) untuk ibu hamil dan balita. Selain itu juga untuk meningkatkan pengetahuan keluarga binaan tentang budidaya tanaman karangkitri. Dan meningkatkan keterampilan keluarga binaan khusus suami tentang budidaya tanaman karang kitri.
“Bantuan alat budidaya dan benih tanaman karang kitri ini kami harap dapat membantu keluarga binaan dalam keberlanjutan budidaya tanaman karangkitri guna pemenuhan pangan keluarga dan meningkatkan pendapatan keluarga, ” pungkasnya.*BWN-03
































