Tabanan, baliwakenews.com
Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE., bersama Pimpinan BRI Cabang Tabanan Pranathan Triatmojo berkunjung dan bertatap muka dengan para petani dan pelaku UMKM yang tergabung dalam kelompok tani maupun perseorangan di beberapa wilayah Desa Mundeh, Selemadeg Barat, Tabanan, Jumat ,26 Maret 2021. Kegiatan bertemu dengan kelompok petani dan pelaku UMKM ini merupakan tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Tabanan.
Dalam kunjungannya itu, Wabup Edi menyambangi petani porang dan lebah yang memanfaatkan pekarangannya di musim pandemi ini. Petani tersebut bernama Jero Suatu asal Banjar Nyuh Gading, Mundeh. Pada kesempatan tersebut Wabup Edi berbincang-bincang dengan Jero Suatu dan menerima aspirasi yang disampaikannya.
Usai menyambangi petani tersebut, selanjutnya Edi Wirawan mengunjungi perajin batok kelapa, Ni Wayan Sudiarmini, asal Banjar Pancoran, Mundeh. Saat itu, Wabup Edi juga melakukan dialog dan menerima aspirasi dari pelaku UMKM tersebut. Setelah itu Wabup Edi kemudian mengunjungi Kelompok Tani Satwa Amerta, Banjar Pancoran, Mundeh, Selbar. Saat itu, rombongan Wabup Edi diterima oleh Ketua Kelompok Tani I Made Mudita.
Ketika melakukan dialog dengan Wabup Edi, I Made Mudita melaporkan bahwa Kelompok taninya tersebut bergerak di bidang ternak kambing dan pengolahan pupuk dari sisa pakan ternak kambing. Usai kunjungi Kelompok Tani Ternak Kambing, Wabup Edi kemudian beranjak ke kunjungan terakhirnya di Kantor Perbekel Mundeh. Disana Wabup Edi sudah ditunggu oleh kelompok-kelompok tani lainnya yang ada di Desa Mundeh guna membahas tentang budidaya tanaman porang dan lainnya.
Mengawali dialog, Perbekel Desa Mundeh I Nyoman Sukayasa melaporkan bahwa 98 persen dari masyarakat Mundeh adalah petani. Dengan adanya pandemi saat ini, masyarakatnya lebih menekuni pertanian dengan memanfaatkan pekarangan-pekarangan rumah, selain ladang dan sawah. Salah satunya dengan membudidayakan porang. Ia berharap pada kesempatan ini, pihak Pemkab dapat memberikan arahan-arahan kepada masyarakatnya terkait dengan pelaksanaan pertanian.
Lanjut salah satu Ketua Kelompok Tani Porang, meminta pemerintah agar bahu membahu membantu pihaknya, karena di saat pandemi ini produksi menumpuk namun pemasaran sangat sulit dan dari segi pupuk juga mahal. “Kami berharap pendampingan dari bapak dari segi dana. Terus terang saja, dalam kondisi pandemi ini nasib kami sangatlah miris. Oleh sebab itu, besar harapan kami agar diberi kemudahan dalam mendapatkan bibit, pupuk dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Wabup Edi dihadapan para petani tersebut menyampaikan apresiasinya atas respon positif dari petani dan semangat melakuan dialog menyamakan persepsi dengan pemerintah guna membahas kelanjutan pertanian porang kedepannya. Setelah melakukan berbagai macam pembahasan, selaku wakil pemerintah Kabupaten Tabanan ia menyatakan siap bahu-membahu bersama para petani dan mencarikan solusi.
Wabup Edi juga mengimbau agar petani tidak selalu menggunakan pupuk kimia. Menurutnta, pupuk kimia akan cukup menguras biaya dibanding dengan pupuk organik, pupuk kandang misalnya. Dari segi hasil, juga tidak jauh beda, serta pupuk organik sudah tersedia di Desa Mundeh. “Memang kalau dengan pupuk organik, tanaman daunnya terlihat agak kekuning-kuningan, tetapi itu sehat. Kalau dengan pupuk kimia, urea misalnya, hijau daunnya sangat luar biasa. Hal inilah yang menyebabkan petani tergiur dengan pupuk kimia, padahal dari segi hasil tidah jauh berbeda,” ucap Edi.
Bahkan dikatakannya pemakaian pupuk kimia lebih rentan dari serangan penyakit. Ia contohkan tanaman padi, yang pakai organik lebih kuat menahan angin apabila berbuah dibandingkan dengan yang memakai pupuk kimia. Ia meminta Kepala Dinas Pertanian agar mensosialisasikan pemakaian pupuk organik.
Dikesempatan yang sama Pemimpin Cabang BRI Tabanan, Pranathan Triatmojo juga mengungkapkan dukungannya . “BRI sekarang merupakan super holding ultra mikro sehingga akan fokus meningkatkan kesejahteraan masyarakat mulai dari desa, kami akan membangun ekosistem dari hulu ke hilir diperkuat oleh dukungan teknologi dari BRI, dari sisi konsep dan program kami memiliki desa brilian, bri incubator, dari sisi teknologi akan ada web pasar, kluster bri, stroberi, brilink, brimo, brizzi, Qris, dari sisi dukungan produk kami sangat lengkap : KUR Supermikro, KUR Mikro, KUR Ritel, KMK Tangguh, Simpedes, Kupedes, Asuransi Mikro, AMKKM (Asuransi Jiwa Mikro), kami juga berharap akan ada minimal satu desa satu agen brilink melalui kerjasama dgn Bumdes dan LPD.” Terangnya.
Pemimpin Cabang BRI Tabanan sangat senang pihaknya dapat berkolaborasi bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memajukan UMKM di Kabupaten Tabanan “Harapan kami agar kolaborasi seperti ini terus dapat dilakukan.” Ujar Triatmojo. BWN-HT
































