Mangupura, baliwakenews.com
Grand Inna Kuta, Minggu (14/2) sore melakukan pembukaan Oulet Masakan Padang bernama Salero Kuta. Pembukaan oulet di tengah pandemi ini selain sebagai salah satu inovasi bertahan di tengah pandemi juga wujud peran serta dalam pelestatian kuliner Nusantara. Apalagi indonesia dari Aceh hingga Papua kaya akan kuliner Nusantara. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN), Iswandi Said didampingi Direktur Pengembangan Bisnis Christine Hutabarat serta General Manager Grand Inna Kuta Diah Anggraeni di sela pembukaan outlet tersebut.
Iswandi memaparkan pihaknya membuka Outlet masakan Padang di Grand Inna Kuta, selain untuk ikut melestarikan budaya kuliner nusantara dari survei yang dilakukan di sepanjang kawasan Jalan Pantai Kuta belum ada yang membuka masakan padang. “Jadi satu-satunya hotel yang membuka masakan padang adalah Grand Inna Kuta,” imbuhnya.
Sedangkan pangsa pasar yang ditargetkan selain masyarakat Kuta juga wisatawan domestik dan internasional. Karena aksesnya di pinggir jalan raya yang ramai dilalui masyarakat dan wisatawan. Outet yang baru dibuka tersebut kata dia juga memiliki hal berbeda dalam penyajiannya yang sangat mengedepankan higienitas dengan standar CHSE. Berbeda dengan masakan padang umumnya yang disajikan berjajar di meja dan dipilih dan yang tidak dipilih biasanya dibawa ke belakang dan dihangatkan lagi, di Salero Kuta pembeli tinggal pilih yang akan disantap. “Jadi sekali habis. Cita rasanya sama dengan masakan padang pada umunya dengan harga kompetitif,” ujarnya.
Pembukaan saat pandemi, sambung Iswandi karena pihaknya sengaja mencuri start agar begitu pandemi berakhir pihaknya sudah siap melayani wisatawan yang datang. Pihaknya mengaku optimis pertengahan tahun ini pariwisata akan mulai menggeliat terutama dari wisatawan domestik seiring berjalannya vaksinasi saat ini. Meski banyak hotel yang tutup karen pandemi hotel Inna Kuta yang berada di bawah naungan PT Hotel Indonesia Natour (HIN) tetap buka. Salah satu strategi yang dilakukan selain efisiensi yakni dengan mengandalkan pendapatan dari Makanan dan Minuman atau Food and Baverage (F n B).
“Dalam pandemi ini memang ditanamkan ke 14 hotel yang ada di bawah PT HIN agar melalukan inovasi dan adafted,” ujarnya sembari menambahkan meski di tengah Pandemi tegas dia, PT HIN tidak menutup satu hotel pun. Tentunya dengan memanage sefesien mungkin dan sebaik mungkin serta berinovasi. Justru yang dilakukan saat ini adalah upgrading dan renovasi sejumlah hotel.
Selain itu pihaknya tidak tergantung dari berjualan kamar. Namun lebih menekankan ke penghasilan dari menjual makanan dan minuman atau Food n Baverage. Seperti ketika pandemi sedang parah Desemner lalu pihaknya melakukan penjualan nasi Kotak dan takjil saat Lebaran. Pihaknya tidak mencari keuntungan namun lebih kepada kewajiban hotel negara agar bisa survive di tengah pandemi saat ini. BWN-04
































